kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Jokowi Terima Kunjungan Kehormatan Ketua Parlemen Vietnam, Ini yang Dibahas


Senin, 07 Agustus 2023 / 22:19 WIB
Jokowi Terima Kunjungan Kehormatan Ketua Parlemen Vietnam, Ini yang Dibahas
Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Ketua Parlemen Vietnam, Vuong Dinh Hue di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 7 Agustus 2023.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan kehormatan Ketua Parlemen Vietnam, Vuong Dinh Hue, beserta delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 7 Agustus 2023. 

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan, Presiden menyampaikan kembali bahwa parlemen merupakan cerminan dari keterwakilan rakyat. 

Menurut Retno, terdapat empat hal yang dibahas oleh Presiden Jokowi bersama Ketua Parlemen Vietnam. Hal pertama adalah mengenai perbatasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Baca Juga: Jokowi: Indonesia Arena Siap Gelar Ajang Nasional dan Internasional

"Bapak Presiden menyampaikan bahwa sudah selesai, perundingan sudah selesai, sudah ditandatangani saatnya perjanjian diratifikasi. Oleh karena itu, Bapak Presiden mohon dukungan dari parlemen untuk proses ratifikasi," kata Retno dalam keterangan tertulis, Senin (7/8). 

Isu kedua yang dibahas Presiden Jokowi adalah mengenai masalah perdagangan dan investasi. 

Retno menjelaskan bahwa nilai perdagangan Indonesia-Vietnam sangat baik, antara lain terlihat dari nilai perdagangan bilateral yang telah mencapai US$14,2 miliar pada tahun lalu.

"Kedua belah pihak yakin bahwa target US$15 miliar pasti akan tercapai karena targetnya 15 miliar pada tahun 2028. Bapak Presiden juga meminta agar hambatan-hambatan perdagangan termasuk non-tariff barrier bisa dihilangkan terutama untuk produk farmasi dan gula dari Indonesia," imbuhnya.

Baca Juga: ASEAN Harus Jadi Jangkar Perdamaian Dunia

Adapun mengenai investasi, Retno mengatakan pihak Vietnam menyampaikan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem lingkungan investasi di Vietnam.

Isu ketiga adalah mengenai energi terbarukan. Presiden Jokowi menyebut bahwa peran parlemen sangat penting agar pemerintah dapat mengakselerasi transisi energi. 

"Sementara untuk ASEAN, Vietnam mengatakan mendukung penuh keketuaan Indonesia," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×