kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Jokowi tak mau bergantung beras Vietnam & Thailand


Jumat, 08 Mei 2015 / 13:55 WIB
ILUSTRASI. Gedung kantor PT Smartfren Telecom Tbk (FREN).


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

MALUKU. Presiden Joko Widodo mengatakan Indonesia tak mau bergantung terus soal impor beras pada Vietnam dan Thailand. Alasannya, Indonesia adalah negeri kaya dan makmur.

"Jadi, tidak perlu impor beras lagi. Kita harus bisa memenuhi kebutuhan beras kita sendiri. Masa beras impor, jagung impor, kedelai impor, daging pun impor. Semuanya kok impor," ujar Presiden Jokowi saat pencanangan tanam 1 juta benih padi dan jagung di Pulau Buru, Maluku, Kamis (7/5).

Menurut dia, Indonesia harus tanam sendiri sehingga tidak bergantung pada mereka. Salah satu cara untuk meningkatkan produkti beras, Jokowi berharap Pulau Buru bisa juga menyumbang pasokan beras dengan menjadi lumbung padi bagi Provinsi Maluku.

"Sebab itu, Maluku tidak perlu mendatangkan beras dari luar provinsinya. Dari ketahanan pangan daerah bergulir menjadi ketahanan pangan nasional," kata dia.

Dalam waktu dua tahun, Jokowi menambahkan, dia akan datang untuk mengecek sekalian panen raya dengan produksi yang meningkat. (Suhartono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×