kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah sulit penuhi kebutuhan beras domestik


Rabu, 06 Mei 2015 / 20:13 WIB
ILUSTRASI. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan membangun pabrik chlor alkali dan ethylene dichloride. (KONTAN/Muradi)


Reporter: Handoyo | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Lampu kuning bagi petani beras dalam negeri. Berdasarkan hasil analisis Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan (BP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemdag), secara matematis pemerintah sulit memenuhi kebutuhan beras dalam negeri bila mengandalkan suplai dari dalam negeri.

Peneliti BP2KP Kemdag Miftah Farid mengatakan, berdasarkan hasil analisa yang dilakukan, Bulog tidak melakukan pengadaan beras dari impor bila produksi beras nasional naik 5,03% setiap tahunnya dan persentase pengadaan beras dari dalam negeri oleh Bulog mencapai lebih 8% dari produksi beras nasional.

Farid bilang, persentase pengadaan beras dari dalam negeri oleh Bulog terhadap produksi beras nasional akan mencapai lebih 8% jika produksi beras nasional naik sebesar 5%. "Padahal target produksi beras nasional tahun 2015 hanya naik 3,84%," kata Miftah, Rabu (6/5).

Sekedar catatan saja, tahun 2014 lalu produksi beras nasional mencapai 70,8 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Sementara itu target produksi beras pada tahun ini sebesar 73,7 juta ton (GKG).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×