kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.132   18,00   0,11%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Jokowi: Penambahan waktu jam belajar tidak efektif


Kamis, 14 Agustus 2014 / 14:49 WIB
ILUSTRASI. Stroberi adalah buah yang kaya serat dan bisa menjadi buah dan sayur penurun kolesterol.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menilai penambahan jam belajar yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak efektif terhadap tumbuh kembang anak.

Menurut Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi ini, semestinya siswa lebih banyak waktu belajar di luar mata pelajaran eksakta ketimbang harus duduk berjam-jam di kelas.

"Menurut saya, anak-anak memang harus diberi ruang untuk bermain sebanyak-banyaknya, diberi ruang untuk aktivitas lain selain belajar, bisa saja mereka (siswa) Sabtu Minggu ekstrakulikuler, mau main basket, sepakbola, pramuka," ujar Jokowi di kantor Dinas Perhubungan DKI, Jakarta, Kamis (14/8).

Namun, Presiden terpilih ini mengaku dirinya belum mengetahui betul detail penambahan jam belajar oleh Kemendikbud, sehingga ia enggan berbicara panjang lebar mengenai kebijakan baru itu.

Jokowi juga mengaku sempat heran ketika ia disoraki oleh ratusan anggota Pramuka saat menghadiri hari Pramuka di kawasan Monumen Nasional, pagi hari ini.

"Nah itu tadi saya enggak nangkap. Sabtu hari apa ya kok mereka minta libur? Nanti dilihat. Dikalkulasi lah," kata Jokowi. (Imanuel Nicolas Manafe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×