kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Jokowi: Pembelian alutsista harus perhatikan teknologi pertahanan


Kamis, 23 Januari 2020 / 11:52 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Menhan, Menko Polhukam, dan Panglima TNI di sela Rapim Kementerian Pertahanan, TNI dan Polri di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis (23/1/2020).


Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta pengembangan teknologi pertahanan untuk merespons berkembangnya teknogi pertahanan di dunia. 

Jokowi memperingatkan terkait pengembangan pesawat tanpa awak atau drone yang dilengkapi senjata.

"Sekarang pun kita sudah merasakan bagaimana teknologi drone diberi senjata dalam mengejar tank, mengejar kendaraan militer dan menghabisi dan mengejar dengan tepat sasaran," ujar Jokowi saat membuka rapat pimpinan Kementerian Pertahanan, Kamis (23/1).

Baca Juga: Percaya Prabowo bisa urus anggaran besar, Jokowi: Harus bersih, tidak boleh mark up

Oleh karena itu pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus memperhatikan hal tersebut. Alutsista harus memperhatikan lompatan teknologi hingga 50 tahun ke depan.

Saat ini pun Indonesia tengah menjajaki kerjasama dengan sejumlah negara terkait pengembangan alutsista. Antara lain demgan Prancis dan Korea Selatan.

Sebelumnya Indonesia melakukan kerjasama pembuatan pesawat tempur canggih dengan Korea dalam proyek Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX). Sementara kerja sama Perancis masih akan didiskusikan.

Selain bekerjasama mengembangkan alutsista, Indonesia juga mendorong penjualan alutsista ke sejumlah negara. Antara lain ke Filipina dan Ghana.

Baca Juga: Jokowi belum putuskan pembelian jet tempur dan kapal selam dari Prancis

"Filipina juga ini dalam rangka masih sedikit proses dan kemungkinan juga akan dimenangkan oleh kita, (selain itu) ada beberapa negara yang lain," jelas Jokowi.

Oleh karena industri pertahanan sendiri harus mulai digenjot. Termasuk menggunakan perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×