kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Jokowi optimistis program vaksinasi akan dorong pemulihan ekonomi


Selasa, 22 Desember 2020 / 10:35 WIB
Jokowi optimistis program vaksinasi akan dorong pemulihan ekonomi
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo optimistis program vaksinasi virus corona (Covid-19) akan mendorong pemulihan ekonomi.

Rencananya program vaksinasi akan dilakukan pada awal tahun depan. Nantinya vaksin akan membantu peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap penanganan Covid-19.

"Sehingga pemulihan ekonomi diharapkan dapat berjalan dengan lebih cepat," ujar Jokowi dalam outlook perekonomian Indonesia, Selasa (22/12).

Sebagai informasi, Indonesia telah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 produksi Sinovac, China yang aman diikuti 1,8 juta dosis pada tahun depan. 

Meski begitu saat ini vaksin tersebut masih menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Juga: Pemulihan ekonomi dianggap berhasil, Jokowi akan lanjutkan di tahun 2021

Jokowi bilang kepercayaan publik akan mendorong kembali konsumsi yang bakal meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu investasi juga akan kembali meningkat.

Menurut Jokowi, Undang Undang Cipta Kerja akan menjadi faktor penarik investasi. 

Pada kesempatan itu juga, Jokowi menyebut ekspor Indonesia sebelumnya telah menunjukkan tanda pemulihan.

"Di akhir tahun 2020 ekspor kita sudah mulai kelihatan pulih dan tentunya tren ini diharapkan terus terjaga dan meningkat di tahun 2021," terang Jokowi.

Berbagai faktor diyakini akan mendorong ekspor Indonesia. Termasuk di di antaranya adalah perpanjangan pemberian fasilitas Generalized System of Preference (GSP) dari Amerika Serikat.

Selanjutnya: Isu resuffle menteri berhembus, ekonom : Banyak menteri yang tak nampak kinerjanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×