kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.012,04   -6,29   -0.62%
  • EMAS990.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Jokowi Minta Pemanfaatan dan Realisasi Dana Desa pada 2022 Ditingkatkan


Selasa, 29 Maret 2022 / 20:06 WIB
Jokowi Minta Pemanfaatan dan Realisasi Dana Desa pada 2022 Ditingkatkan
Presiden Jokowi saat Pembukaan Silaturahmi Nasional Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Tahun 2022, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (29/3).


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sampai dengan tahun 2022, pemerintah telah menyalurkan dana desa sebesar Rp 468 triliun yang dimanfaatkan untuk berbagai pembangunan di desa.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pemerintah desa untuk mengelola, memanfaatkan, serta merealisasikan dana desa sebaik mungkin sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi di desa dan secara keseluruhan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Jangan dipikir ini uang kecil loh,ini uang gede sekali, dalam sejarah Negara ini berdiri Desa diberi anggaran sampai Rp 468 triliun itu belum pernah. Oleh sebab itu hati-hati dalam mengelola, memanage duit yang sangat besar sekali," ucap Jokowi dalam acara Peresmian Pembukaan Silaturahmi Nasional Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Tahun 2022, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (29/3).

Akibat adanya pandemi Covid-19, anggaran Dana Desa ikut mengalami sedikit penyusutan. Namun, Jokowi mengungkap tahun depan direncanakan Dana Desa akan naik atau paling tidak dikembalikan seperti sebelumnya.

Baca Juga: Penyaluran Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa naik 14,4% Hingga Februari 2022

"Desa juga sedikit kita potong, sedikit loh ya, sedikit kita potong, tidak banyak. Nanti tahun depan InsyaAllah dikembalikan atau dinaikkan lagi dari Rp 468 triliun tadi," kata Jokowi.

Selain itu, atas masukkan dari Pemerintah Desa Jokowi berencana akan memberi dana operasional desa kepada pemerintah desa sebesar 3%.

Ia menyadari bahwa kerja keras pemerintah desa dalam pembangunan desa sudah terlihat secara konkret. Menurutnya, dana desa telah dimanfaatkan untuk pembangunan berbagai fasilitas untuk masyarakat seperti jalan desa, embung, saluran irigasi, jembatan, dan infrastruktur lainnya.

"Tadi sudah disampaikan oleh Pak Mendagri, Pak Tito, jadi jalan desa berapa, jadi embung berapa, jadi irigasi berapa, jadi jembatan berapa semuanya jelas konkret fisik ada. Ini akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di desa maupun nanti diagregatkan menjadi pertumbuhan ekonomi nasional," tuturnya.

Kemudian Ia menginstruksikan agar dana desa dapat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan di desa, utamanya jalan produksi pertanian dan perkebunan, serta pembangunan yang berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat di desa. Sampai saat ini telah terbangun 227.000 kilometer jalan desa yang dibiayai dari dana desa.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Realisasi Belanja Negara Telah Capai 10,4% dari Pagu APBN 2022

"Masih ada banyak jalan-jalan di desa yang memang perlu dibangun dan diperbaiki utamanya dan utamakan jalan-jalan produksi yang menuju ke sawah, ke kebun itu yang didahulukan," ucap Kepala Negara.

Pemanfaatan dana desa yang baik akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi desa.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan agar pembangunan desa harus menggunakan material dari daerah tersebut agar transaksi ekonomi terus berputar di desa.

"Itulah yang akan menghidupi masyarakat kita, masyarakat desa, dan pada akhirnya nanti akan menurunkan angka kemiskinan di desa. Dan sudah kelihatan, coba dilihat kurvanya, sudah turun, turun, turun, turun terus, turun terus," ucapnya.

Kemudian berkaitan dengan kualitas hidup mulai dari pembangunan air bersih, Posyandu, Polindes, drainase, sumur, PAUD MCK yang menggunakan dana desa, dinilai akan memperbaiki kualitas hidup masyarakat di pedesaan.

Baca Juga: Siapkan NIK, Buka eform.bri.co.id untuk Cek Penerima Bantuan UMKM

Sebelumnya, Ketua Apdesi Surta Wijaya menyampaikan pemerintah desa berharap ke depan dana desa dapat ditingkatkan. Hal tersebut agar percepatan pembangunan desa lebih cepat.

Tak hanya itu, Surta juga mengeluhkan gaji para pemerintah desa yang turun setiap bulan sekali. Ia menyarankan agar ke depan honor para lurah atau kepala desa dapat cair setiap bulannya.

"Gaji kita itu harapannya sih setiap bulan dikeluarkan, honor pegawai negeri setiap bulan dikeluarkan. Kita 3 bulan belum keluar. Masa sih orang ninggal nungguin gajian 3 bulan kita datang? Betul? Masa sih orang lahir nungguin gajian kita 3 bulan datang," keluh Surta.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×