kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

Jokowi minta Luhut, Susi pangkas aturan penghambat


Selasa, 13 September 2016 / 16:34 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo menilai, dengan luas wilayah laut yang mencapai 70%, kontribusi dalam bidang perikanan belum begitu terlihat.

Kontribusi bidang kelautan dan perikanan terhadap produk domestik bruto masih di bawah 30%.

Jokowi pun menginstruksikan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan upaya percepatan demi mengembangkan industri perikanan.

"Pangkas saja prosedur yang ruwet, yang menghambat investasi," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/9).

Padahal, lanjut Jokowi, industri perikanan sangat diharapkan menjadi sektor yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara setelah pariwisata.

Industri perikanan juga bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan, membuka lapangan kerja, hingga membuka devisa bagi negara lewat ekspor.

"Harus dipastikan semua infrastruktur pendukungnya disiapkan. Mulai dari pasokan bahan baku ikan yang berkaitan dengan kapal, dengan jalan menuju pelabuhan, listrik dan ketersediaan lahan bagi industri pengolahan," ujar Jokowi.

Di sisi lain, Jokowi mengapresiasi penanganan illegal fishing yang sudah mulai menunjukkan hasil. Akibat keberhasilan ini, maka stok ikan dari laut juga bisa meningkat. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×