Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pemerintah memastikan akan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax jika banderol minyak dunia semakin murah. Cek harga BBM terkini di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) per 17 Juni 2026.
Harga minyak di pasar dunia terus melemah hingga ke titik terendah dalam tiga bulan terakhir usai kesepakatan perdamaian Amerika Serikat dan Iran.
Catatan KONTAN, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Agustus 2026 pada Rabu (17/6/2026) jam 11.45 WIB turun 16 sen atau 0,2% menjadi US$ 78,80 per barel.
Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juli 2026 turun 25 sen atau 0,3% jadi US$ 75,80 per barel.
Tonton: Solar Langka di Sumatera, Logistik Lumpuh dan Sopir Truk Menjerit!
Diberitakan Kompas.com, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga BBM non-subsidi akan mengikuti perkembangan harga minyak dunia.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, ketika harga minyak dunia mengalami penurunan, maka harga BBM non-subsidi juga dipastikan akan ikut turun. Sebaliknya, apabila harga minyak mentah dunia naik, harga BBM non-subsidi juga harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya.
"Nah apakah bisa turun? Pasti. Ketika harga minyak dunia turun, sudah bisa dipastikan harga BBM non-subsidi juga akan turun. Begitu juga sebaliknya, ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan, mau tidak mau, tidak terhindarkan harga BBM non-subsidi harus menyesuaikan dengan harga keekonomiannya," ujar Dwi di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Dwi menegaskan, harga BBM non-subsidi yang dijual oleh Pertamina maupun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta mengikuti mekanisme pasar. Karena itu, perubahan harga minyak mentah dunia akan berpengaruh langsung terhadap harga jual BBM non-subsidi di dalam negeri.
Menurut dia, penyesuaian harga merupakan konsekuensi dari penerapan harga keekonomian yang berlaku pada produk BBM non-subsidi.
"Namun balik lagi, kita tahu kondisi saat ini kenaikan harga BBM non-subsidi ini memang sudah berlangsung. Kalau kita bicara negara-negara kawasan di tetangga sudah jauh lebih dulu mengalami kenaikan, penyesuaian," tuturnya.
Baca Juga: Menkop: Kemenkop dan Timah Bangun 100 Koperasi, Petani Plasma Agrinas Menyusul
Sementara itu, terkait harga Pertamax yang sebelumnya sempat dipertahankan, Dwi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sempat berupaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
Kebijakan tersebut membuat Pertamax menjadi satu-satunya BBM non-subsidi yang tidak langsung mengalami kenaikan harga ketika terjadi gejolak harga minyak dunia. Namun, pada akhirnya harga Pertamax tetap disesuaikan menjadi Rp 16.250 per liter.
"Tapi seiring berjalannya waktu, fluktuasi harga yang semakin dinamis, ini para pelaku usaha mau tidak mau harus menyesuaikan dengan harga keekonomian. Seperti itu. Jadi kalau ditanya akan turun enggak harga minyak dunia turun, pasti akan ada penyesuaian juga untuk penurunan harga BBM non-subsidi," imbuh Dwi.
Dengan demikian, masyarakat berpeluang mendapatkan harga BBM non-subsidi yang lebih murah apabila harga minyak mentah dunia mengalami tren penurunan dalam beberapa waktu ke depan. Namun, besaran penyesuaian tetap bergantung pada pergerakan harga minyak global dan mekanisme harga yang berlaku.
Tonton: CELIOS: Program MBG Perlu Dimoratorium untuk Evaluasi Total
Harga BBM 17 Juni 2026
Harga BBM hari ini masih sama seperti perubahan terakhir pada 10 Juni 2026. Mulai Rabu (10/6/2026), Pertamina menaikkan harga BBM non subsidi.
Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Green 95 (RON 95) melonjak dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax Turbo tetap Rp 20.750 per liter, Dexlite Rp 23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp 24.800 per liter.
Kemudian harga BBM subsidi, tidak naik. Harga Pertalite tetap sebesar Rp 10.000 per liter dan produk Biosolar Rp 6.800 per liter.
Bersamaan itu, harga BBM di SPBU swasta juga naik. Berikut rincian harga BBM di SPBU BP dan VIVO:
Harga BBM BP AKR:
- BP 92: Rp 16.670 per liter (naik dari Rp 12.390)
- BP Ultimate: Rp 17.240 per liter (naik dari Rp 12.930)
- BP Ultimate Diesel: Rp 25.060 per liter (tetap)
Kenaikan juga terjadi di SPBU VIVO. Harga Revvo 92, yang sekelas dengan Pertamax, kini menjadi Rp 16.670 per liter. Kemudian, harga Revvo 95, kompetitor Pertamax Green naik menjadi Rp 17.240
Sebagian artikel bersumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/06/17/12121761/kementerian-esdm-pastikan-harga-bbm-nonsubsidi-turun-jika-minyak-dunia-turun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













