kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Jokowi-KPK bahas penyelamatan hasil SDA


Senin, 16 Maret 2015 / 11:33 WIB
ILUSTRASI. OJK menyebut fintech lending boleh menggunakan jasa pihak lain atau debt collector.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sejumlah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang terdiri dari Ketua KPK Sementara Taufiequrrahman Ruki, serta dua wakil ketua Zulkarnain dan Johan Budi pagi ini menemui presiden Joko Widodo (Jokowi). Tujuan kedatangan mereka untuk membicarakakan pencegahan korupsi di bidang sumber daya alam.

Menurut Zulkarnain, pihaknya memang telah mengkaji soal upaya pencegahan korupsi di SDA. "Ini untuk penyelamatan SDA dengan perbaikan tata kelola di sisi administrasi pemerintahan," ujar Zulkarnain, senin (16/3) di Istana Negara, Jakarta.

Padahal, sektor SDA memiliki potensi penerimaan negara yang tinggi. Mulai dari potensi penerimaan dari kehutanan, perkebunan maupun kelautan.

Sementara Johan Budi menambahkan, pihaknya akan mengedepankan upaya pencegahan dibandingkan penindakan. Untuk itu tindak lanjut dari perbaikab sistem tata kelola ini adalah akan ditandatanganinya perjanjian kerjasama antar Kementerian/Lembaga (K/L).

Hadir juga dalam pertemuan tersebut menteri koordinator bidang Maritim Indroyono Soesili. Industri kemaritiman, memang akan menjadi ujung tombak pembangunan Indonesia di era Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×