kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.955   -57,00   -0,32%
  • IDX 6.157   48,62   0,80%
  • KOMPAS100 813   12,01   1,50%
  • LQ45 621   12,66   2,08%
  • ISSI 211   -0,15   -0,07%
  • IDX30 351   7,54   2,20%
  • IDXHIDIV20 438   9,87   2,30%
  • IDX80 93   1,39   1,52%
  • IDXV30 118   0,95   0,81%
  • IDXQ30 113   2,66   2,41%

Jokowi kecewa pengelolaan anggaran kementerian


Rabu, 06 Desember 2017 / 17:55 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pengelolaan anggaran yang dilakukan kementerian dan lembaga sampai saat ini masih buruk.

Hal tersebut tercermin dari alokasi anggaran kementerian lembaga yang sampai saat ini masih belum fokus pada kegiatan atau tujuan inti.

Hitungan Jokowi, hanya 10% anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan inti. Sementara itu, 90% lebih digunakan untuk kegiatan pendukung.

Salah satu contoh alokasi anggaran tidak terarah dengan baik tersebut terjadi dalam penganggaran pemulangan TKI di Kementerian Tenaga Kerja.

Untuk pemulangan TKI, kementerian tersebut mengalokasikan anggaran Rp 3 miliar. Tapi, dari anggaran tersebut, yang benar- benar digunakan untuk pemulangan TKI hanya Rp 500 juta.

"Yang Rp 2,5 miliar habis untuk rapat dalam kantor, rapat luar kantor, rapat koordinasi, perjalanan daerah dan lain- lain, ini tidak boleh lagi seperti ini," katanya di Istana Bogor, Rabu (6/12).

Jokowi menyatakan, permasalahan tersebut tidak hanya terjadi di Kementerian Tenaga Kerja tapi di kementerian lain juga. Dia tidak ingin permasalahan tersebut dibiarkan terus berlarut- larut. Dia ingin menteri dan kepala lembaga mengecek alokasi anggaran mereka secara teliti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×