kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi kecewa pengelolaan anggaran kementerian


Rabu, 06 Desember 2017 / 17:55 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, pengelolaan anggaran yang dilakukan kementerian dan lembaga sampai saat ini masih buruk.

Hal tersebut tercermin dari alokasi anggaran kementerian lembaga yang sampai saat ini masih belum fokus pada kegiatan atau tujuan inti.

Hitungan Jokowi, hanya 10% anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan inti. Sementara itu, 90% lebih digunakan untuk kegiatan pendukung.

Salah satu contoh alokasi anggaran tidak terarah dengan baik tersebut terjadi dalam penganggaran pemulangan TKI di Kementerian Tenaga Kerja.

Untuk pemulangan TKI, kementerian tersebut mengalokasikan anggaran Rp 3 miliar. Tapi, dari anggaran tersebut, yang benar- benar digunakan untuk pemulangan TKI hanya Rp 500 juta.

"Yang Rp 2,5 miliar habis untuk rapat dalam kantor, rapat luar kantor, rapat koordinasi, perjalanan daerah dan lain- lain, ini tidak boleh lagi seperti ini," katanya di Istana Bogor, Rabu (6/12).

Jokowi menyatakan, permasalahan tersebut tidak hanya terjadi di Kementerian Tenaga Kerja tapi di kementerian lain juga. Dia tidak ingin permasalahan tersebut dibiarkan terus berlarut- larut. Dia ingin menteri dan kepala lembaga mengecek alokasi anggaran mereka secara teliti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×