kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.632   79,00   0,45%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi larang perluasan bantuan pangan non tunai


Selasa, 05 Desember 2017 / 11:36 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - BOGOR. Presiden Joko Widodo, Selasa (5/12) ini mengumpulkan jajarannya untuk mengevaluasi pelaksanaan penyaluran beras sejahtera dan bantuan pangan non tunai. Dalam pembukaan rapat tersebut Jokowi mengeluarkan perintah mengejutkan.

Dia memerintahkan jajarannya untuk tetap mempertahankan jumlah penerima bantuan pangan non tunai di angka 1,2 juta keluarga penerima. Padahal, sebelumnya, pemerintah tahun 2018 nanti ingin memperluas jumlah keluarga penerima bantuan pangan non tunai dari yang tahun 2017 ini baru 1,2 juta keluarga penerima menjadi 10 juta.

"Jangan ditambah dulu, cek, evaluasi agar di lapangan ini jalan baik," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, perintah dia keluarkan karena dia ingin memastikan terlebih dulu bahwa pelaksanaan bantuan pangan non tunai berhasil dan tepat sasaran. Maklum saja, jika penyaluran bantuan pangan non tunai ditingkatkan menjadi 10 juta, kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk membantu 15 keluarga penerima mencapai Rp 21 triliun.

Jokowi mengatakan, anggaran tersebut besar. "Selain masalah tersebut, saya juga meminta semuanya agar penyaluran bantuan tidak terlambat walau satu hari," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×