kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.058   50,00   0,28%
  • IDX 6.270   35,66   0,57%
  • KOMPAS100 822   4,26   0,52%
  • LQ45 627   3,11   0,50%
  • ISSI 217   0,85   0,40%
  • IDX30 352   2,10   0,60%
  • IDXHIDIV20 432   1,75   0,41%
  • IDX80 94   0,41   0,44%
  • IDXV30 119   0,32   0,27%
  • IDXQ30 112   0,43   0,39%

Jokowi larang perluasan bantuan pangan non tunai


Selasa, 05 Desember 2017 / 11:36 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - BOGOR. Presiden Joko Widodo, Selasa (5/12) ini mengumpulkan jajarannya untuk mengevaluasi pelaksanaan penyaluran beras sejahtera dan bantuan pangan non tunai. Dalam pembukaan rapat tersebut Jokowi mengeluarkan perintah mengejutkan.

Dia memerintahkan jajarannya untuk tetap mempertahankan jumlah penerima bantuan pangan non tunai di angka 1,2 juta keluarga penerima. Padahal, sebelumnya, pemerintah tahun 2018 nanti ingin memperluas jumlah keluarga penerima bantuan pangan non tunai dari yang tahun 2017 ini baru 1,2 juta keluarga penerima menjadi 10 juta.

"Jangan ditambah dulu, cek, evaluasi agar di lapangan ini jalan baik," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, perintah dia keluarkan karena dia ingin memastikan terlebih dulu bahwa pelaksanaan bantuan pangan non tunai berhasil dan tepat sasaran. Maklum saja, jika penyaluran bantuan pangan non tunai ditingkatkan menjadi 10 juta, kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk membantu 15 keluarga penerima mencapai Rp 21 triliun.

Jokowi mengatakan, anggaran tersebut besar. "Selain masalah tersebut, saya juga meminta semuanya agar penyaluran bantuan tidak terlambat walau satu hari," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×