kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.868   -67,00   -0,37%
  • IDX 5.816   -79,65   -1,35%
  • KOMPAS100 753   -11,08   -1,45%
  • LQ45 575   -8,80   -1,51%
  • ISSI 201   -1,86   -0,92%
  • IDX30 326   -4,87   -1,47%
  • IDXHIDIV20 402   -5,53   -1,36%
  • IDX80 86   -1,20   -1,39%
  • IDXV30 109   -1,01   -0,92%
  • IDXQ30 105   -1,50   -1,41%

Jokowi kecewa, harga gas industri RI masih mahal


Selasa, 04 Oktober 2016 / 15:46 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan para menterinya segera menurunkan harga gas untuk industri secepatnya. Menurutnya, harga gas di Indonesia saat ini rata-ratanya masih US$ 9,5 per MMbtu.

Harga gas tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara lain, termasuk negara di kawasan Asean, seperti; Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Di ketiga negara tersebut, rata-rata harga gas industri masing-masingnya hanya mencapai; US$ 7 per MMBtu, US$ 4 per MMbtu, dan US$ 4 per MMBtu.

"Padahal dari sisi cadangan, kita punya banyak, sebaliknya mereka impor," kata Jokowi saat membuka Rapat Terbatas tentang Harga Gas untuk Industri di kantornya Selasa (4/10).

Jokowi memerintahkan, agar penurunan harga gas tersebut tidak dilakukan dalam waktu lama. Karena, berdasar perhitungannya, harga gas saat ini bisa ditekan sampai ke kisaran US$ 5- US$ 6 per MMbtu.

Menurutnya, semakin lama harga gas turun, itu bisa berdampak pada pelemahan daya saing industri di dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×