kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.075   36,77   0,61%
  • KOMPAS100 793   4,42   0,56%
  • LQ45 601   -0,89   -0,15%
  • ISSI 210   3,13   1,51%
  • IDX30 340   -0,74   -0,22%
  • IDXHIDIV20 422   -1,12   -0,26%
  • IDX80 90   0,38   0,43%
  • IDXV30 115   0,54   0,47%
  • IDXQ30 109   -0,16   -0,15%

Jokowi-JK dinilai lebih mampu atasi masalah Papua


Selasa, 17 Juni 2014 / 14:36 WIB
ILUSTRASI. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap bersama Marine Stewardship Council (MSC) gelar bimbingan teknis (bimtek)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla dinilai lebih mampu mengatasi persoalan konflik di Papua. Kedua karakter pemimpin yang mengedepankan dialog dianggap mendukung terciptanya perdamaian di Papua.

Hal itu dikatakan oleh juru debat tim pemenangan Jokowi-JK, Indra Jaya Piliang saat diskusi di Jokowi-JK Center, Setiabudi, Jakarta, Selasa (17/6/2014). "Jokowi dari segi karakter dan tidak monolog dalam orasi. Apalagi JK," katanya.

Menurut politikus Partai Golkar itu, persoalan Papua akan menjadi bagian dari jangka panjang Jokowi-JK. Hal itu terlihat ketika Jokowi melakukan kampanye perdana di wilayah tersebut. Situasi ini, kata Indra, juga didukung dengan platform ekonomi yang berwawasan kemaritiman.

Dia mengatakan, ide tentang tol laut yang digagas Jokowi ikut berdampak mendukung kesejahteraan warga Papua. Untuk mendukung situasi kondusif di Papua, pengembangan hubungan Indonesia dengan kawasan Asia Pasifik, seperti Papua Nugini, perlu dilakukan.

Menurut Indra, kawasan tersebut selama ini belum banyak tersentuh, termasuk investasi. "Ini belum banyak disentuh, seperti Papua Nugini. Padahal, ini ikut berpengaruh ke Papua," katanya. (Rahmat Fiansyah)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×