kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Jokowi: Jadi capres tak berarti tinggalkan Jakarta


Minggu, 16 Maret 2014 / 15:55 WIB
Jokowi: Jadi capres tak berarti tinggalkan Jakarta
David Solomon, the CEO of Goldman Sachs, speaks during the Bloomberg Global Business Forum in New York City, New York, U.S., September 25, 2019. REUTERS/Shannon Stapleton


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dituding mengingkari janji untuk menyelesaikan masalah Jakarta ketika menyatakan kesediaan untuk diusung menjadi calon presiden oleh PDI Perjuangan.

Menanggapi tudingan itu, Jokowi menyatakan bahwa keputusannya untuk maju sebagai capres bukan berarti dia meninggalkan masalah Jakarta. "Saya kira tidak seperti itu (meninggalkan masalah Jakarta)," kata Jokowi, saat ditemui di sela-sela kampanye di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/3).

Jokowi menjelaskan bahwa masalah Ibu Kota berkaitan pula dengan kebijakan pemerintah pusat. Dia memberi contoh, penanganan banjir di 13 sungai yang melintasi Jakarta terkadang menemui problem karena masuk kewenangan dari pemerintah pusat.

"Problem Jakarta bukan cuma problem DKI. Ada juga problem di pemerintah pusat," ujar Jokowi.

Ketika ditanya apakah dia bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan menjadi presiden, Jokowi menjawab, "Kita harapkan bisa mempercepat memberi solusi problem yang ada," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendapat mandat dari Ketua Umum PDI-P untuk menjadi calon presiden dari partai tersebut, Jumat (14/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×