kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.050   50,00   0,28%
  • IDX 5.673   -267,65   -4,51%
  • KOMPAS100 746   -39,75   -5,06%
  • LQ45 565   -24,04   -4,08%
  • ISSI 196   -9,90   -4,81%
  • IDX30 322   -12,28   -3,68%
  • IDXHIDIV20 400   -12,31   -2,99%
  • IDX80 85   -4,09   -4,61%
  • IDXV30 109   -4,20   -3,70%
  • IDXQ30 104   -3,76   -3,48%

Jokowi ingin kerja sama produksi alat pertahanan dengan AS


Rabu, 24 Januari 2018 / 11:23 WIB
ILUSTRASI. PRESIDEN MENERIMA KUNJUNGAN MENHAN AS


Reporter: Agus Triyono | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin Indonesia dan Amerika Serikat (AS) bekerja sama dalam bidang produksi alat pertahanan. Keinginan tersebut dia sampaikan kepada James Mattis, Menteri Pertahanan Amerika di Istana Negara, Selasa (23/1).

Keinginan kerja sama ini karena Indonesia menilai Amerika mitra penting bagi teknologi pertahanan Indonesia. "Maka itu, kemitraan tersebut harus dibarengi kerja sama alih teknologi, kalau memungkinkan, produksi bersama," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan Bey Machmudin, Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Rabu (24/1).

Selain kerja sama tersebut, Jokowi juga berharap, Indonesia- Amerika bisa bekerja sama dalam mengembangkan arsitektur kawasan Indo- Pasifik. Untuk masalah Palestina, Jokowi juga tetap memina Amerika mengedepankan solusi dua negara; Palestina- Israel.

"Status quo Yerusalem harus dipertahankan dan diputuskan dalam solusi permanen yang disepakati dua belah pihak (Palestina- Israel)," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×