kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Jokowi ingin efisiensikan belanja pegawai


Selasa, 07 Juni 2016 / 13:24 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Presiden Joko Widodo menyatakan, pemerintahannya ingin mengefisienkan belanja pegawai. Salah satu yang akan ditempuh adalah dengan merasionalisasi pegawai negeri sipil (PNS).

Tapi, kata Jokowi, rasionalisasi dilakukan secara alami. "Lihat pegawai yang pensiun, misal setiap tahun 120.000, sampai lima tahun bisa berkurang jumlah pegawai," katanya di Jakarta Selasa (7/6).

Selain itu Jokowi juga akan menerapkan kebijakan pertumbuhan pegawai negatif. "Jadi misal pensiun 120.000, yang diterima 60.000," katanya.

Ia optimistis dengan cara itu beberapa tahun ke depan, jumlah PNS dan beban belanja pegawai bisa mencapai rasio yang ideal.

Yuddy Chrisnandi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengatakan, rasionalisasi pegawai perlu segera dilakukan, sebab, porsi belanja pegawai saat ini sudah besar. "Sudah mencapai 33,8% dari total belanja dan di daerah itu ada 240 daerah yang belanja pegawai di atas 50%, ini tidak sehat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×