kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Jokowi heran banyak pejabat masih korupsi


Senin, 11 Desember 2017 / 11:40 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo menyatakan, penegakan hukum penting dalam pemberantasan korupsi. Melalui penegakan hukum, kata Jokowi, uang negara bisa diselamatkan.

Catatan saja, sepanjang periode 2016-2017 saja, uang negara yang berhasil diselamatkan dari upaya penegakan hukum terhadap koruptor mencapai Rp 3,55 triliun.

"Selain menyelamatkan uang negara, penegakan hukum juga mewujudkan rasa keadilan," katanya dalam Pembukaan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi ke-12 di Jakarta, Senin (11/12).

Tapi Jokowi heran, walau penegakan hukum terhadap koruptor di Indonesia belakangan ini terus digencarkan, pejabat masih banyak yang terlilit kasus korupsi dan penyuapan. Untuk gubernur, catatannya masih ada 23 yang terjerat kasus korupsi.

Sementara itu, untuk bupati/ walikota ada 64 orang yang ditangkap karena korupsi. "DPR, DPRD, saya tidak menghitung dan mayoritas adalah kasus penyuapan. Tapi yang mengherankan dari waktu ke waktu pejabat yang ditangkap dan dipenjarakan karena kasus korupsi masih terus ada," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×