kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.815   20,00   0,12%
  • IDX 7.881   -448,97   -5,39%
  • KOMPAS100 1.100   -65,16   -5,59%
  • LQ45 799   -34,06   -4,09%
  • ISSI 278   -20,17   -6,77%
  • IDX30 418   -11,71   -2,73%
  • IDXHIDIV20 502   -7,83   -1,54%
  • IDX80 123   -6,63   -5,14%
  • IDXV30 135   -3,95   -2,84%
  • IDXQ30 136   -2,38   -1,71%

JK heran kenapa banyak pejabat yang korupsi


Kamis, 30 November 2017 / 14:51 WIB
JK heran kenapa banyak pejabat yang korupsi


Reporter: Agus Triyono | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Kamis (30/11) mengungkapkan keheranannya atas korupsi di Indonesia, khususnya yang melibatkan birokrasi.

Hal tersebut dia sampaikan saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Tingkat Nasional Tahun 2017.

Indonesia saat ini menurutnya pengawasannya terhadap birokrasi sudah ketat. Ada banyak pengawas yang setiap saat selalu mengawasi kinerja birokrasi dan pejabat daerah.

Pertama, aparat pengawas internal yang terdapat di kabupaten/ kota, propinsi sampai pemerintah pusat. Kedua, BPK dan juga BPKP, Selain itu, ada juga pengawasan yang dilakukan oleh KPK, Kejaksaan Agung. Tapi pengetatan tersebut ternyata tidak membuat pejabat takut korupsi dan mencuri uang rakyat.

"Masih ada bupati, walikota yang terkena pidana, diperiksa KPK, polisi maupun jaksa," katanya Kamis (30/11).

Bukan hanya di daerah, JK juga mengatakan, korupsi juga masih saja dilakukan oleh menteri. "Ada sembilan menteri yang masuk penjara," katanya

JK mengakui, saat ini gaji birokrasi dan pejabat masih rendah. Tapi menurutnya, itu bukan alasan. "Gaji presiden dan wakil presiden juga kalah dengan direktur utama bank," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×