kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.647   61,00   0,35%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jokowi: Camat dan lurah harus sering turun


Selasa, 20 November 2012 / 13:47 WIB
ILUSTRASI. Keluarga menghadiri dengan penuh duka saat proses pemakaman jenazah Covid 19 di TPU Rorotan, Jakarta, Rabu (14/7/2021). Angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia masih yang tertinggi di dunia. KONTAN/Fransiskus Simbolon.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali mengumpulkan seluruh walikota, camat hingga lurah di DKI Jakarta. Dalam pertemuan itu, dia meminta seluruh bawahannya mengoptimalkan dana yang diterima dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Jokowi, besaran dana yang diterima tiap tahunnya oleh kecamatan dan kelurahan antara Rp 3 miliar - Rp 3,5 miliar. Dia bilang dengan besaran tersebut pihak camat dan lurah dapat mengerjakan kegiatan yang dapat dirasakan langsung masyarakat. "Ya kalau ada jalan kampung berlubang sedikit ya ditambal. Jangan dikit-dikit bilang itu bukan kewenangan saya, Pak," kata Jokowi, Selasa (20/11).

Jokowi juga menginginkan bawahannya sering turun ke lapangan dan menguasai permasalahan. "Jika saya yang tahu duluan, siap-siap saja besok hilang. Hilang jabatannya," tegas Jokowi.

Camat Kebon Jeruk Hendra Hidayat mengaku kendalanya bukan pada anggaran melainkan kewenangan yang dimiliki di tingkat kelurahan. "Di tingkat kelurahan itu hanya ada seksi kebersihan. Jadi kalau ada masalah terkait sampah cepat dikerjakan. Yang dibutuhkan itu seksi PU air dan seksi PU jalan agar dapat cepat bertindak juga," kata Hendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×