kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Jokowi akan rumuskan kebijakan makro budaya


Selasa, 23 Agustus 2016 / 23:19 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bakal merumuskan kebijakan makro kebudayaan Indonesia. Untuk melaksanakan upaya tersebut, ia berdialog dengan sejumlah budayawan, seperti Arswendo Atmowiloto,Garin Nugroho, Radhar Panca Dahana, Sutanto Mendut, Ahmad Tohari, Acep Zamzam Noor, Nasirun, Edy Utama, Al-Azhar, Sys Ns, Djadoeg Ferianto, dan Butet Kertaradjasa.

Jokowi mengatakan, dari pertemuan dan dialog tersebut, dia dapat banyak masukan. Salah satunya berkaitan dengan bagaimana menumbuh kembangkan kembali kesusastraan. Selain itu, masukan juga berkaitan dengan penguatan diplomasi kebudayaan.

"Masukan juga berkaitan dengan pembangunan pusat kebudayaan tidak di wilayah urban, tetapi juga di desa sehingga muncul pusat kebudayaan, tak hanya di kota tetapi juga di daerah," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Selasa (23/8).

Jokowi berharap dengan masukan tersebut, ia bisa segera mulai pembangunan infrastruktur budaya di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×