kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.887   40,00   0,22%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

JK Tunggu hasil pileg untuk kepastian pencapresan


Selasa, 18 Februari 2014 / 18:00 WIB
ILUSTRASI. 7 Pahlawan Revolusi Korban G30S/PKI. TRIBUNNEWS/HERUDIN


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla alias JK mengaku masih berpikir untuk maju dalam Pemilu Presiden 2014. Untuk kepastiannya, JK masih menunggu hasil perolehan pemilu legislatif yang digelar 9 April.

"Kita tunggu hasil perolehan pileg, apakah hasil perolehan suara mencapai ambang batas parlemen atau tidak," ujar JK seusai menghadiri acara konvensi pendidikan di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Selasa (18/2).

JK berterima kasih kepada parpol yang hendak mengusungnya dalam pilpres seperti Partai Kebangkitan Bangsa. Namun, ia kembali menegaskan masih menunggu pileg untuk memastikan pencapresan.

JK enggan berkomentar ketika disinggung mengenai wacana dirinya dipasangkan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam pilpres.

"Bagi saya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana membangun bangsa. Dan kalau salah satu caranya adalah dengan menjadi capres, maka akan saya lakukan," ujar politisi senior Partai Golkar itu.

Seperti diberitakan, pengusungan capres-cawapres tergantung hasil pileg. Pasalnya, dalam UU Pilpres ada syarat ambang batas untuk mengusung capres-cawapres. Jika tidak mencukupi syarat, maka parpol perlu berkoalisi yang dapat mengubah skenario pencapresan.

JK membutuhkan dukungan parpol lain lantaran Golkar sudah menetapkan Aburizal Bakrie alias Ical sebagai capres Golkar. (Antara)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×