kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

JK nilai polisi lalai saat mengawal truk dinamit


Senin, 01 Juli 2013 / 11:56 WIB
JK nilai polisi lalai saat mengawal truk dinamit
ILUSTRASI. Tari Piring berasal dari daerah Sumatera Barat.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai hilangnya dinamit di perjalanan dari Subang menuju Bogor, Jawa Barat, disebabkan kelalaian pengamanan dari pihak kepolisian.

Pasalnya, jumlah pengawal waktu itu hanya dua orang dan berada di depan. Sementara truk yang dikawal ada lima dan perjalanan dilakukan pada malam hari.

"Kalau kurang pengamanan, kelalaian pasti tinggi. Kemungkinan lalainya tingi sekali. Cuma dua orang, padahal yang dikawal liam truk, tengah malam lagi, pasti kan susah itu," ujar JK saat ditemui pada perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara di Markas Komando (Mako) Brimob, Kalapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (1/7).

Menurut Ketua Umum Palang Merah Indonesia ini, barang sensitif seperti dinamit tersebut seharusnya dikawal ketat pihak kepolisian. Sementara yang terjadi, hanya dikawal dua orang polisi. Jadi, lanjut JK, sudah jelas bahwa hilangnya dinamit itu karena kekurangan pengawasan.

Karena itu, JK berharap pihak kepolisian bisa menemukan dinamit tersebut dan menjadikan situasi ini sebagai pengalaman sehingga peristiwa serupa tidak terjadi di masa yang akan datang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×