kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

JK nilai polisi lalai saat mengawal truk dinamit


Senin, 01 Juli 2013 / 11:56 WIB
ILUSTRASI. Tari Piring berasal dari daerah Sumatera Barat.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai hilangnya dinamit di perjalanan dari Subang menuju Bogor, Jawa Barat, disebabkan kelalaian pengamanan dari pihak kepolisian.

Pasalnya, jumlah pengawal waktu itu hanya dua orang dan berada di depan. Sementara truk yang dikawal ada lima dan perjalanan dilakukan pada malam hari.

"Kalau kurang pengamanan, kelalaian pasti tinggi. Kemungkinan lalainya tingi sekali. Cuma dua orang, padahal yang dikawal liam truk, tengah malam lagi, pasti kan susah itu," ujar JK saat ditemui pada perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara di Markas Komando (Mako) Brimob, Kalapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (1/7).

Menurut Ketua Umum Palang Merah Indonesia ini, barang sensitif seperti dinamit tersebut seharusnya dikawal ketat pihak kepolisian. Sementara yang terjadi, hanya dikawal dua orang polisi. Jadi, lanjut JK, sudah jelas bahwa hilangnya dinamit itu karena kekurangan pengawasan.

Karena itu, JK berharap pihak kepolisian bisa menemukan dinamit tersebut dan menjadikan situasi ini sebagai pengalaman sehingga peristiwa serupa tidak terjadi di masa yang akan datang. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×