kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

JK: Kebijakan BI harus selarang dengan pemerintah


Sabtu, 05 Desember 2015 / 11:48 WIB


Sumber: Antara | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan agar kebijakan Bank Indonesia (BI) selaras dengan kebijakan pemerintah.

"Tujuan bank sentral dimanapun ialah menstabilkan keuangan dan mengendalikan inflasi padahal pemerintah bukan itu tujuannya. Bangsa ini tujuannya ialah pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja," kata Wapres di Jakarta, Jumat.

Dalam sambutannya pada pelantikan Pengurus Besar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Wapres menegaskan bahwa BI bukan institusi yang independen.

"Di negeri ini tidak ada yang independen karena semua merah putih. Negara lain boleh independen. Karena negara ada kepala negaranya, yaitu presiden," katanya.

Lebih lanjut dia menegaskan selama presiden kepala negara semua harus tunduk kepada kebijakan kepala negara.

Hal itu ditegaskan dalam UU BI tahun 2004 pasal 7 mengatakan BI dalam menjalankan tugasnya harus mempertimbangkan kebijakan umum perekonomian pemerintah.

Kalla menyampaikan hal tersebut agar ada persamaan pikiran dalam mencapai tujuan berbangsa yaitu memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat.

"Jadi itu yang kita hadapi, jadi apabila kita benahi ini saya pikir kita akan naik sedikit tujuh persen sebab bisa menstabilkan ekonomi," katanya.

Pada acara tersebut hadir sejumlah mantan Gubernur BI di antaranya Boediono yang juga mantan Wakil Presiden di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×