kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Harga Tidak Naik, Purbaya Ungkap Pertamina Tanggung Selisih BBM Nonsubsidi


Rabu, 01 April 2026 / 17:41 WIB
Harga Tidak Naik, Purbaya Ungkap Pertamina Tanggung Selisih BBM Nonsubsidi
ILUSTRASI. Devisit APBN 2026-Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) saat konferensi pers pengumuman realisasi APB (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa PT Pertamina (Persero) untuk sementara akan menanggung selisih antara harga jual dan harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. 

Kebijakan ini diambil setelah pemerintah memutuskan menahan harga BBM per 1 April 2026.

"Sementara sepertinya (ditanggung) Pertamina, sementara ya," ujar Purbaya kepada awak media di Gedung Danantara, Rabu (1/4).

Menurut Purbaya, kondisi keuangan Pertamina saat ini cukup kuat untuk menyerap beban tersebut, setidaknya dalam jangka pendek. Hal ini tidak terlepas dari kelancaran pembayaran kompensasi energi oleh pemerintah yang kini dilakukan secara rutin.

Baca Juga: Danantara Gandeng QIA Garap Proyek Pariwisata Baru di Labuan Bajo

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini secara konsisten membayarkan sekitar 70% kompensasi setiap bulan. Skema ini membuat likuiditas perusahaan energi pelat merah tersebut menjadi lebih longgar dibandingkan sebelumnya, sehingga mampu menghadapi fluktuasi harga minyak dunia.

"Dia mampu karena sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar. Yang kompensasi kan sekarang kita bayar setiap bulan, 70% terus-terusan. Jadi keuangan Pertamina juga amat baik," katanya

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa kemampuan Pertamina dalam menyerap beban tersebut bersifat sementara. 

Untuk kebijakan jangka menengah dan panjang, pemerintah akan melakukan pembahasan lanjutan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang dipimpin oleh Bahlil Lahadalia.

Baca Juga: Korea Selatan Buka Peluang Perluas Investasi Melalui Danantara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×