kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Harga Tidak Naik, Purbaya Ungkap Pertamina Tanggung Selisih BBM Nonsubsidi


Rabu, 01 April 2026 / 17:41 WIB
Harga Tidak Naik, Purbaya Ungkap Pertamina Tanggung Selisih BBM Nonsubsidi
ILUSTRASI. Devisit APBN 2026-Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) saat konferensi pers pengumuman realisasi APB (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa PT Pertamina (Persero) untuk sementara akan menanggung selisih antara harga jual dan harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. 

Kebijakan ini diambil setelah pemerintah memutuskan menahan harga BBM per 1 April 2026.

"Sementara sepertinya (ditanggung) Pertamina, sementara ya," ujar Purbaya kepada awak media di Gedung Danantara, Rabu (1/4).

Menurut Purbaya, kondisi keuangan Pertamina saat ini cukup kuat untuk menyerap beban tersebut, setidaknya dalam jangka pendek. Hal ini tidak terlepas dari kelancaran pembayaran kompensasi energi oleh pemerintah yang kini dilakukan secara rutin.

Baca Juga: Danantara Gandeng QIA Garap Proyek Pariwisata Baru di Labuan Bajo

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini secara konsisten membayarkan sekitar 70% kompensasi setiap bulan. Skema ini membuat likuiditas perusahaan energi pelat merah tersebut menjadi lebih longgar dibandingkan sebelumnya, sehingga mampu menghadapi fluktuasi harga minyak dunia.

"Dia mampu karena sekarang pembayaran dari pemerintah kan lancar. Yang kompensasi kan sekarang kita bayar setiap bulan, 70% terus-terusan. Jadi keuangan Pertamina juga amat baik," katanya

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa kemampuan Pertamina dalam menyerap beban tersebut bersifat sementara. 

Untuk kebijakan jangka menengah dan panjang, pemerintah akan melakukan pembahasan lanjutan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang dipimpin oleh Bahlil Lahadalia.

Baca Juga: Korea Selatan Buka Peluang Perluas Investasi Melalui Danantara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×