kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Jiwasraya bayar cicilan klaim mulai Maret, begini skema lengkapnya


Jumat, 28 Februari 2020 / 00:29 WIB
Jiwasraya bayar cicilan klaim mulai Maret, begini skema lengkapnya
ILUSTRASI. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja BTN tahun 2020 di Jakarta, Jumat (10/1/2020). Rapat Kerja BTN yang mengusung tema 'Memperkuat Budaya Inovasi dan Integritas Untuk Bisnis yang Lebih Berkualitas' itu mem

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan bahwa pemerintah akan membayar kewajibannya kepada pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero).  Merujuk janjinya, pembayaran akan  mulai dilakukan pada akhir Maret nanti. “Akhir Maret, kami akan membayar polis jatuh tempo Jiwasraya,” ujar Kartiko Wirjoatmodjo, Wakil Menteri BUMN kepada sejumlah wartawan, termasuk Kontan, Kamis (27/2).

 Hanya tak semua polis jatuh tempo yang akan dibayar.  Pembayaran atas polis jatuh tempo akan dilakulan terlebih dulu untuk produk asuransi tradisional Jiwasraya. “ Jumlahnya sekitar Rp 409,1 miliar,” tandas Tiko, panggilan karib Wamen BUMN. Total  polis jatuh tempo Rp 401,1 miliar ini akan diberikan kepada 3.587 pemegang polis

Adapun pemegang polis JS Plan juga berkesempatan untuk menerima pembayaran. “Jika mereka sepakat pembayaran polis jatuh tempo dilakukan dengan cicilan,” jelas mantan direktur utama PT Bank Mandiri Tbk itu. Saat ini, Direktur Utama PT Jiwasraya Hexana Trisasongko masih dalam proses  negosiasi dengan 17.370 pemegang polis dengan total  nilai Rp 16,3 triliun.

Baca Juga: Kejagung akui kesulitan menetapkan tersangka terkait Jiwasraya dari manajer investasi

Menurut Tiko, baik polis asuransi tradisional dan JS Plan Jiwasraya memiliki kedudukan dan prioritas yang sama. Makanya, banyak alternatif pembayaran polis Jiwasraya. “Pembayaran polis harus mempertimbangkan faktor sosial dan politik, perlu dilakukan diskresi dengan dukungan dari regulator dan dukungan politik apabila akan dilakukan prioritas pembayaran dengan mempertimbangkan aspek keadilan sosial dan politik,” ujar dia lagi.

Total jenderal, total utang klaim ke Jiwasraya sebesar Rp 16,7 triliun.  Dengan perincian: tagihan polis atas Saving Plan Rp 16,3 triliun.  Asuransi tradisional yang dipegang korporasi  Rp 200 miliar dan  produk ritel tradisional Rp 200 miliar . “Ada 4 alternatif skema pembayaran utang klaim yang akan dimulai dari tahun 2020,” ujar Tiko.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×