kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.779   -88,00   -0,49%
  • IDX 6.502   107,46   1,68%
  • KOMPAS100 842   17,11   2,07%
  • LQ45 639   11,27   1,80%
  • ISSI 229   4,24   1,89%
  • IDX30 356   5,32   1,52%
  • IDXHIDIV20 433   5,05   1,18%
  • IDX80 96   1,89   2,00%
  • IDXV30 121   1,43   1,20%
  • IDXQ30 113   1,57   1,41%

Jerman Siap Investasi Proyek Energi Hijau di Indonesia, Ini Proyek yang Dibidik


Kamis, 20 Agustus 2026 / 17:08 WIB
Jerman Siap Investasi Proyek Energi Hijau di Indonesia, Ini Proyek yang Dibidik
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jerman akan melakukan pengembangan proyek energi terbarukan (EBT) atau energi hijau di Indonesia seiring penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

Pemerintah Indonesia dan Jerman tengah mendorong sejumlah pipeline project energi hijau agar dapat segera ditindaklanjuti menjadi proyek konkret dan investasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam pertemuan dengan Menteri Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan beserta delegasi bisnis Jerman, kedua pihak membahas sejumlah peluang kerja sama strategis, salah satunya di sektor energi terbarukan.

Baca Juga: Transaksi Digital Tumbuh 28,69%, BI Tegaskan Tak Gantikan Uang Kartal

"Indonesia menyambut delegasi Jerman untuk mendorong beberapa pipeline project di sektor renewable energy," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/8).

Menurut Airlangga, pengembangan proyek energi hijau juga akan didorong melalui akses pembiayaan, termasuk dengan memanfaatkan peran Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW), bank pembangunan dan investasi milik pemerintah Jerman.

Airlangga menyebut Indonesia juga terus mendorong agar proyek-proyek green energy dapat memperoleh pembiayaan sehingga pembahasan kerja sama tidak berhenti pada tahap komitmen, tetapi dapat berlanjut menjadi proyek yang lebih konkret.

"Jerman juga merupakan mitra strategis dari Just Energy Transition Partnership (JETP), dan Jerman menjadi co-leading IPG (International Partners Group) dengan Jepang," jelas Airlangga.

Dalam skema JETP, nilai proyek yang telah dikomitmen mencapai US$ 21,4 miliar. Pemerintah kini mendorong agar komitmen pembiayaan tersebut dapat lebih cepat dimanfaatkan untuk membiayai proyek transisi energi di Indonesia.

Airlangga juga menyebut Jerman memiliki keunggulan dalam riset terapan, precision manufacturing, dan standar industri. Keunggulan tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan industri dan proyek energi bersih di Indonesia.

"Jerman mempunyai keunggulan di bidang riset terapan, precision manufacturing, standard industry, dan inilah yang kita ingin kerjasamakan dalam pertemuan-pertemuan berikutnya," pungkas Airlangga.

Jerman Perkuat Peran Dunia Usaha

Sementara itu, Menteri Federal untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Jerman Reem Alabali Radovan menyampaikan komitmen Jerman untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan pembangunan dengan Indonesia.

Menurut Reem, pelaku usaha Jerman memiliki peluang untuk semakin berperan dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya melalui pengembangan energi terbarukan.

"Saya ingin memperkuat kerja sama kita di sektor ekonomi dan juga pembangunan. Kami telah membahas bagaimana memperkuat peran pelaku usaha Jerman dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya di bidang energi terbarukan," ujar Reem.

Baca Juga: Polemik Desil DTSEN, Ekonom Soroti Data Belum Mutakhir

KfW sendiri memiliki pengalaman dalam pembiayaan energi terbarukan dan transisi energi di Indonesia. Pada kuartal I 2026, KfW Development Bank menyebut telah menyediakan dua pinjaman senilai total 661 juta euro untuk Indonesia, termasuk pembiayaan yang ditujukan untuk mendukung transisi energi dan membuka akses bagi perusahaan swasta, khususnya perusahaan Jerman, ke pasar energi Indonesia.

Peluang kerja sama Indonesia-Jerman tidak hanya berupa investasi langsung, tetapi juga penguatan pembiayaan, teknologi, dan kapasitas industri untuk mempercepat pengembangan energi hijau nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×