kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.064   4,00   0,02%
  • IDX 5.419   90,64   1,70%
  • KOMPAS100 699   13,16   1,92%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 185   3,93   2,16%
  • IDX30 305   4,32   1,43%
  • IDXHIDIV20 398   4,53   1,15%
  • IDX80 81   1,51   1,91%
  • IDXV30 111   1,39   1,27%
  • IDXQ30 101   1,50   1,51%

Inflasi Tahunan Naik Jadi 3,28%, Imbas Kenaikan Harga Ikan Segar hingga Cabai Rawit


Kamis, 01 Oktober 2026 / 11:36 WIB
Inflasi Tahunan Naik Jadi 3,28%, Imbas Kenaikan Harga Ikan Segar hingga Cabai Rawit
ILUSTRASI. Inflasi bulan September naik jadi 0,3% dan membuat inflasi tahunan jadi 3,28% karena kenaikan  (ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2026 mencatatkan inflasi secara tahunan sebesar 3,28%. Inflasi tersebut meningkat dari bulan sebelumnya yang mencapai 3,19% year on year (YoY).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan, peningkatan IHK tahunan terlihat dari 108,74 pada Agustus 2026 menjadi 112,31 pada September 2026.

“Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahun ini utamanya didorong tiga kelompok,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Kamis (1/10/2026).

Baca Juga: BPS: Inflasi Naik Menjadi 0,30% pada September 2026

Pertama, didorong oleh makanan, minuman, dan tembakau, yang mengalami inflasi sebesar 4,37% YoY dengan andil inflasi 1,28% YoY.

Ateng menyebut, pendorong inflasi pada kelompok ini utamanya adalah ikan segar, daging ayam ras, cabai rawit, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), dan daging sapi.

Kedua, didorong oleh kelompok transportasi dengan inflasi sebesar 4,84% YoY, dengan andil inflasi sebesar 0,58% YoY. Inflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas, atau oli mesin, sepeda motor, pemeliharaan atau servis dan mobil,

Ketiga, didorong oleh perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatatkan inflasi 7,77% YoY dengan andil inflasi 0,53% YoY. Inflasi pada kelompok ini didorong oleh komoditas emas perhiasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×