kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Jemaah Pilih Tidur di Luar Tenda Mina, Ini Sejumlah Alasannya


Kamis, 28 Mei 2026 / 16:16 WIB
Jemaah Pilih Tidur di Luar Tenda Mina, Ini Sejumlah Alasannya
ILUSTRASI. Jemaah Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Ingatkan Ketentuan Ihram yang Wajib Dipatuhi (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – MINA. Sejumlah jemaah haji Indonesia memilih beristirahat di luar tenda saat menjalani mabit di Mina. Fenomena itu ditemui langsung saat Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau area pemondokan jemaah pada Rabu (10 Zulhijah), Rabu (27/5/2026). 

Dahnil mengatakan, pilihan sebagian jemaah untuk tidur di luar tenda umumnya dipengaruhi proses adaptasi terhadap suhu di dalam tenda yang menggunakan pendingin udara. Menurutnya, setiap jemaah memiliki daya tahan tubuh yang berbeda terhadap cuaca maupun temperatur ruangan.

Saat berkeliling mengecek tenda-tenda jemaah, ia mendapati beberapa kasur digelar di area luar tenda. Sejumlah jemaah memilih beristirahat di ruang terbuka karena merasa suhu di dalam tenda terlalu dingin akibat pendingin ruangan yang menyala maksimal.

Baca Juga: Pemerintah Incar Wajib Pajak Tajir dan Grup Korporasi pada 2027

“Kan mereka di satu tenda itu macam-macam tradisi tidurnya misalnya. Kemudian kebiasaan beradaptasi dengan cuacanya. Misalnya ada yang tahan dingin. Kemudian ada yang nggak kuat dingin,” ujar Dahnil.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut lazim ditemui di hari-hari awal mabit di Mina ketika jemaah masih menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, termasuk cuaca gurun yang panas di luar namun bisa terasa sangat dingin di dalam tenda berpendingin udara.

Menurut Dahnil, selain beradaptasi dengan suhu, jemaah juga sedang menyesuaikan ritme istirahat setelah melalui rangkaian puncak haji yang menguras energi, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lempar jumrah di Jamrat al-Aqabah.

Karena itu, ia mengimbau jemaah menjaga kondisi fisik dan memilih tempat beristirahat yang paling nyaman selama tetap aman dan berada di area yang telah disiapkan petugas.

Selain meninjau kondisi jemaah di Mina, Dahnil juga menyoroti pergerakan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina. 

Menurutnya, proses pendorongan jemaah tahun ini berlangsung jauh lebih cepat dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya. Ia menyebut sejak sekitar pukul 06.30 waktu Arab Saudi, kawasan Muzdalifah sudah bersih karena seluruh jemaah telah bergerak menuju Mina. 

Baca Juga: Wacana Bea Cukai Digantikan AI dan DSI Picu Perdebatan, Ekonom Beri Catatan Kritis

Capaian tersebut, kata Dahnil, menjadi catatan positif dalam layanan puncak haji tahun ini. Hal serupa juga terlihat saat proses pemberangkatan jemaah menuju Arafat yang dinilai berjalan tertib dan lancar. 

Menurut dia, kelancaran pergerakan dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina patut disyukuri karena membantu jemaah menjalani rangkaian ibadah dengan lebih nyaman. “Jadi di Muzdalifah itu cepat, termasuk di Arafah juga,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×