kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.868   22,00   0,13%
  • IDX 8.948   11,21   0,13%
  • KOMPAS100 1.234   4,44   0,36%
  • LQ45 870   1,83   0,21%
  • ISSI 326   1,76   0,54%
  • IDX30 442   2,45   0,56%
  • IDXHIDIV20 521   3,93   0,76%
  • IDX80 137   0,53   0,39%
  • IDXV30 145   1,20   0,83%
  • IDXQ30 142   1,03   0,74%

Jelang puasa, impor kurma naik tajam


Senin, 15 Mei 2017 / 16:06 WIB
Jelang puasa, impor kurma naik tajam


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Sama dengan ekspor, nilai impor April 2017 yang tercatat sebesar US$ 11,93 miliar, turun 10,2% dibanding bulan sebelumnya. Walaupun nilai impor tersebut masih mencatatkan kenaikan 10,31% year on year (YoY).

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat, volume impor April tercatat turun 7,6% month on month (MoM), walaupun naik 3,51% YoY.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, yaitu impor kurma yang naik cukup tinggi, sebesar 49,26% dibanding bulan sebelumnya.

"Ini persiapan puasa. Kalau dilihat dari negara pengimpornya, dari Tunisia," kata Suhariyanto, Senin (15/5).

Di sisi lain, pihaknya mencatatkan adanya penurunan impor bahan pangan lainnya, yakni impor cabai kering turun 35%, kedelai turun 48,04%, bawang putih turun 2,67%, dan impor daging jenis lembu beku turun 65%.

"Impor cabai kering turun dan harganya saat ini lumayan stabil. Kami harap jelang puasa stabil," tambahnya. Penurunan impor bahan pangan tersebut juga sejalan dengan penurunan impor barang konsumsi sebesar 17,73% month on month (MoM).

Namun, penurunan impor juga terjadi pada kelompok bahan baku penolong dan kelompok barang modal masing-masing sebesar 9,75% dan 7,38% MoM.

Dengan perkembangan tersebut, nilai impor per bulan sejak Januari hingga April 2017 masih di atas nilai impor per bulan pada tahun lalu. Adapun nilai impor kumulatif Januari-April 2017 mencapai US$ 48,53 miliar atau tumbuh 13,51% YoY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×