kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Jelang pilkada, penyaluran bansos bisa jadi ajang kampanye politik


Selasa, 19 Mei 2020 / 15:48 WIB
ILUSTRASI. Menteri Sosail Juliari Batubara


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Sosial (Kemensos) tak menampik adanya peluang pemanfaatan bantuan sosial (bansos) untuk kepentingan politik. Walaupun tujuan bansos tersebut untuk mengatasi dampak ekonomi masyarakat yang terdampak virus corona (Covid-19).

Kondisi menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) di sejumlah daerah membuat bansos berpotensi menjadi alat kampanye.

"Politisasi bansos ini ranah Bawaslu, Kemensos hanya bisa menghimbau," ujar Menteri Sosial Juliari Batubara usai rapat terbatas, Selasa (19/5).

Baca Juga: Data bansos dari daerah, Kemensos tak lakukan verifikasi agar cepat penyalurannya

Juliari bilang, Bawaslu juga mengalami kesulitan dalam mengatasi hal tersebut. Sebab, meski pilkada dijadwalkan pada tahun ini, tetapi saat ini belum masuk pada tahap masa kampanye.

"Karena belum masuk masa kampanye jadi tentunya area yang abu-abu," terang Juliari.

Namun, Juliari tak menutup adanya penyaluran bansos yang menempelkan foto atau nama oknum calon kepala daerah. Hal itu ia minta diselesaikan oleh masing-masing daerah bersama institusi yang mengawasi pilkada.

Baca Juga: Menkeu siapkan pembiayaan Rp 133,51 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×