kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.540   164,00   1,00%
  • IDX 7.826   -125,78   -1,58%
  • KOMPAS100 1.090   -16,26   -1,47%
  • LQ45 800   -11,22   -1,38%
  • ISSI 264   -3,71   -1,38%
  • IDX30 415   -6,33   -1,50%
  • IDXHIDIV20 482   -5,80   -1,19%
  • IDX80 120   -2,04   -1,67%
  • IDXV30 130   -2,71   -2,05%
  • IDXQ30 134   -1,81   -1,33%

Jelang Masa Panen Beras dan Jagung, Bapanas Pastikan Kesiapan Offtaker Pangan


Rabu, 07 Februari 2024 / 16:46 WIB
Jelang Masa Panen Beras dan Jagung, Bapanas Pastikan Kesiapan Offtaker Pangan
ILUSTRASI. Badan Pangan Nasional (Bapanas) pastikan kesiapan offtaker dalam menyambut masa panen beras dan jagung.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) pastikan kesiapan offtaker dalam menyambut masa panen beras dan jagung yang diprediksi mulai berlangsung Maret ini. 

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa pihaknya bersama dengan Kementerian BUMN telah memastikan BUMN pangan yaitu Bulog dan Id Food siap melakukan penyerapan panen dari petani. 

"Kita siapkan Modern Rice Milling Plant (MRMP) dan (Corn Drying Center (CDC), pengering, semuanya siap," jelas Arief dalam keterangannya, Rabu (7/2). 

Baca Juga: Maret 2024, Pemerintah Siapkan 3,51 Juta Ton Beras dan 1,9 Ton Jagung untuk Bansos

Arief memproyeksikan pada bulan Maret ini panen padi akan mencapai 3,51 juta ton, sementara jagung mencapai 1,9 juta ton. 

Arief juga memastikan pada masa panen ini harga ditingkat petani tidak jatuh. Pihaknya mengatakan pemerintah akan melakukan pembelian sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) yang sudah ditentukan. 

"Misalnya beras, nanti kalau saat panen mulai meninggi lalu harga gabahnya masih Rp 5.500 sampai Rp 6.000, itu cukup baik. Tapi kalau angkanya di bawah itu, maka pemerintah bisa dianggap tidak bisa mengelola kesejahteraan petani," jelas Arief. 

Baca Juga: Pemerintah Hold Pembagian Bansos Beras, Ini Alasannya

Kesejahteraan petani dapat dilihat dalam perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP). Khusus Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) berdasarkan historis data dari Badan Pusat Statistik (BPS), mulai Oktober 2022 NTPP tercatat mulai berkembang melampaui angka 100. Terkini, NTPP di Januari 2024 berada di 116,16.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×