kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jelang Lebaran, Pemerintah Hanya Impor 23.000 Daging


Jumat, 06 Agustus 2010 / 16:43 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

BOGOR. Pemerintah dan asosiasi importis daging tampaknya tak akan memperbesar kuota impor. Keduanya sepakat untuk mengimpor daging hanya sebesar 23.000 ton.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan keputusan ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Untuk menghadapi ramadhan dan lebaran diutamakan dari dalam negeri tapi jika dibutuhkan memang dilakukan impor,” ucap Menteri Pertanian Suswono usai mengikuti rapat kerja III Presiden dengan para menteri dan gubernur se Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8).

Dia menjelaskan, kuota izin impor daging sapi sendiri pada tahun ini sebenarnya 73.000 ton. Tetapi sudah dilakukan impor mencapai 50.000 ton. “Impor sebesar 23.000 ton akan dilakukan untuk menutup kekurangan,” lanjutnya.

Rencananya, daging sapi yang akan didatangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat berasal dari Australia dan Selandia Baru. Sejatinya, Suswono mengatakan pasokan daging dari dalam negeri sudah mencukupi. Sebab, dia beralasan di sejumlah daerah sudah tersedia sapi yang siap potong. "Impor dilakukan dalam rangka untuk menjaga,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×