kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Jelang Lebaran, Pemerintah Hanya Impor 23.000 Daging


Jumat, 06 Agustus 2010 / 16:43 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

BOGOR. Pemerintah dan asosiasi importis daging tampaknya tak akan memperbesar kuota impor. Keduanya sepakat untuk mengimpor daging hanya sebesar 23.000 ton.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan keputusan ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Untuk menghadapi ramadhan dan lebaran diutamakan dari dalam negeri tapi jika dibutuhkan memang dilakukan impor,” ucap Menteri Pertanian Suswono usai mengikuti rapat kerja III Presiden dengan para menteri dan gubernur se Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/8).

Dia menjelaskan, kuota izin impor daging sapi sendiri pada tahun ini sebenarnya 73.000 ton. Tetapi sudah dilakukan impor mencapai 50.000 ton. “Impor sebesar 23.000 ton akan dilakukan untuk menutup kekurangan,” lanjutnya.

Rencananya, daging sapi yang akan didatangkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat berasal dari Australia dan Selandia Baru. Sejatinya, Suswono mengatakan pasokan daging dari dalam negeri sudah mencukupi. Sebab, dia beralasan di sejumlah daerah sudah tersedia sapi yang siap potong. "Impor dilakukan dalam rangka untuk menjaga,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×