kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.894   85,00   0,51%
  • IDX 8.017   -218,65   -2,65%
  • KOMPAS100 1.125   -31,30   -2,71%
  • LQ45 812   -21,87   -2,62%
  • ISSI 286   -6,72   -2,30%
  • IDX30 429   -10,83   -2,46%
  • IDXHIDIV20 517   -9,75   -1,85%
  • IDX80 126   -2,90   -2,25%
  • IDXV30 141   -2,38   -1,66%
  • IDXQ30 138   -3,69   -2,61%

Jadi Capres, perlukah menteri mundur dari jabatan?


Selasa, 10 September 2013 / 18:27 WIB
Jadi Capres, perlukah menteri mundur dari jabatan?
ILUSTRASI. Nasabah CIMB Niaga melakukan pembayaran zakat menggunakan Super App OCTO Mobile di Jakarta, Kamis (21/4/2022).


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan menilai, para menteri yang ingin menjadi calon Presiden pasti memiliki tugas berat.

Pasalnya, tugas sebagai menteri sudah berat, dan upaya penggalangan dukungan sebagai capres juga pasti menguras waktu, dana dan energi yang lebih berat lagi.

"Saya tidak berkapasitas menilai apakah menteri yang jadi capres harus mundur dari jabatannya. Tetapi berdasarkan pengalaman saya, rasa-rasanya tugas itu memang berat," tutur Syarief di Kantor Presiden, Selasa (10/9).

Ketua Harian Partai Demokrat tersebut mengatakan, yang berhak meminta agar para menteri yang ingin masuk bursa capres harus mundur atau cuti dari tugasnya adalah Presiden.

Ia mengatakan, lucu bila dirinya harus mengarahkan calon Presiden untuk cuti atau mundur. Itu sepenuhnya kapasitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menilainya.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, ia tidak akan mengundurkan diri atau pun cuti kendati ia masuk bursa calon presiden dari Partai Demokrat. "Saya tidak perlu kampanye lagi, kinerja yang baik itu sudah termasuk kampanye," ujarnya di Kantor Presiden.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan juga enggan merespons apakah ia akan cuti atau mundur dari jabatannya sebagai menteri agar bisa fokus masuk bursa capres Demokrat. Ia hanya tertawa ketika awak media mendesaknya berkomentar. "Kita lihat nanti," elaknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×