kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Istana: OPM tengah menunjukan eksistensinya


Kamis, 29 November 2012 / 20:41 WIB
Istana: OPM tengah menunjukan eksistensinya
ILUSTRASI. 5 Makan untuk Muntaber


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Staf khusus Presiden bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah Velix Wanggai menduga, Organisasi Papua Merdeka (OPM) tengah menunjukan eksistensinya. Hal itu menyusul aksi penembakan yang terjadi di Mapolsek Pirime, Lany Jaya, Papua.

"Dalam konteks sosial politik, pemerintah nilai penyerangan ini ditujukan untuk menunjukan eksistensi perjuangan Papua Merdeka ke dunia internasional  ," kata Velix di Jakarta, Kamis (29/11).

Velix menjelaskan, penembakan yang dilakukan OPM terhadap Mapolsek Pirime, Lany Jaya dan kepada rombongan Kapolda Papua, mencermikan bahwa sayap-sayap bersenjata di Papua masih bergerilya. "Saat ini pihak Polri menduga penyerangan ini dilakukan oleh OPM," katanya.

Dalam hal ini, Pemerintah masih menyelidiki kasus penyerangan terhadap Polsek Pirime di Lanny Jaya, Papua, apakah bernuansa kriminal biasa ataukah bernuansa politik. Velix menjelaskan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah berulang kali tegaskan bahwa Pemerintah hargai aspirasi dan hak-hak rakyat untuk berpendapat.

Namun, Pemerintah tidak mentolerir sikap-sikap kekerasan dan upaya membentuk negara di dalam negara. "Konstitusi memberikan kewajiban kepada Pemerintah menjadi keutuhan wilayah Indonesia," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×