kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Istana bantah keterlibatan staf khusus dalam pengadaan pesawat Merpati


Kamis, 12 Mei 2011 / 13:18 WIB
ILUSTRASI. A man wearing a protective face mask crosses the street amid the coronavirus disease (COVID-19) outbreak in Tokyo, Japan July 30, 2020. Picture taken with slow shutter speed. REUTERS/Issei Kato TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Nama staf khusus presiden disebut-sebut terlibat dalam pengadaan pesawat Merpati jenis MA-60. Namun, Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menampik keterlibatan staf khusus berinisial JW tersebut.

Julian beralasan, fungsi dan tugas pokok staf khusus presiden sudah jelas dan tertuang dalam keputusan presiden. "Kami tahu apa yang dilakukan staf khusus presiden memang berdasarkan apa yang sesuai dengan agenda presiden. Tidak ada yang lain," jelasnya, Kamis (12/5).

Julian menegaskan, keterlibatan staf khusus dalam kasus tersebut harus berdasarkan fakta. "Tidak boleh ada fitnah," tegasnya.

Dia mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengetahui masalah tersebut. Menurutnya, presiden tidak akan tebang pilih dalam penegakan hukum.

Seperti diketahui, pengadaan pesawat Merpati jenis MA-60 kembali diributkan. DPR mencium aroma tak sedap dalam pengadaan pesawat buatan China tersebut. Namun, pemerintah dan Merpati membantah tudingan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×