kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Indonesia Siap Mundur Dari Board of Peace Jika Tak Ada Perdamaian di Gaza


Selasa, 03 Februari 2026 / 19:23 WIB
Indonesia Siap Mundur Dari Board of Peace Jika Tak Ada Perdamaian di Gaza
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri, Sugiono bilang Prabowo Panggil Tokoh Islam ke Istana, Bahas Soal Board of Peace (Lailatul Anisah/Lailatul Anisah) Indonesia siap mundur dari keanggotan Board of Peace (BoP) jika tak ada perdamaian di Palestina khususnya Gaza. ?


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia siap mundur dari keanggotan Board of Peace (BoP) jika tak ada perdamaian di Palestina khususnya Gaza. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono saat merespon pertanyaan terkait komitmen Presiden dalam memperjuangkan Gaza melalui BoP ini. 

"Ya (mundur) kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan bahwa situasi damai di Gaza atau kemerdekaan Palestina," kata Sugiono di Istana Kepresidenan, Selasa (3/2/2026). 

Sugiono menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mengawal kemerdekaan di Palestina. Menurutnya, hal itu akan menjadi batas-batas evaluasi kepesertaan Indonesia dalam BoP kedepannya. 

Baca Juga: BPJS Didorong Masuk Lebih Dalam ke Pasar Saham, LQ45 Jadi Prioritas

Lebih lanjut, Sugiono turut menanggapi serangan yang terus terjadi yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina. 

Sugino menegaskan bahwa delapan anggota BoP setuju akan mengeluarkan pernyataan bersama yang sifatnya mengecam bahwa serangan itu bisa mencederai proses perdamaian antar kedua negara. 

Sugino menegaskan agar semua pihak untuk saling menghormati karena kesepakatan damai ini telah diputuskan bersama. 

"Dan saya kira situasi demi situasi ataupun kasus demi kasus yang kita lihat itu memerlukan suatu penilaian dan penanganan yang dingin tidak emosional dengan tetap berpegangan pada tujuan akhir tercapai," jelas Sugiono. 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan mengaku telah mendapatkan penjelasan langsung dari Presiden terkait keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian ini. 

Dirinya menyebut langkah ini menjadi salah satu upaya kongkrit yang diambil Presiden dalam membantu Kemerdekaan Palestina. 

Amirsyah juga menegaskan Indonesia bukan menjadi satu-satunya negara mayoritas berpenduduk islam yang tergabung dalam BoP. Menurutnya seluruh anggota juga menyatakan akan mundur jika organisasi ini tidak memberikan manfaat bagi Palestina. 

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025 Diproyeksi Membaik, Ini Penopangnya

Selanjutnya: Emiten Big Caps Gelontorkan Dana Jumbo Buyback, Ini Dampaknya ke Pasar

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Rabu 4 Februari 2026, Peluang Banyak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×