kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Istana akan keluarkan pernyataan soal Bambang


Jumat, 23 Januari 2015 / 12:57 WIB
ILUSTRASI. Sistem rudal S-350 Vityaz


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BOGOR. Pihak Istana akan segera membuat pernyataan resmi pasca-penangkapan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto.

Presiden Joko Widodo atau Wakil Presiden Jusuf Kalla akan memberikan pernyataan itu di sela-sela pertemuan dengan bupati se-Kalimantan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (22/1).

"Saya kira nanti bakal ada pernyataan resmi dari Istana. Bisa Pak Jokowi, bisa Wapres," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat dijumpai di istana Bogor.

Tjahjo mengaku tak mengetahui perkara yang membelit Bambang Widjajanto. Namun, dia memastikan bahwa kasus yang dialami Bambang sama sekali tidak memiliki unsur politik.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny F Sompie membenarkan bahwa Badan Reserse dan Kriminal Polri menangkap Bambang Widjojanto, pada pukul 07.30, pagi tadi.

Ronny menyebutkan, penangkapan Bambang dalam rangka pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan menyuruh memberikan keterangan palsu dalam sidang sengketa pilkada Kota Waringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada tahun 2010.

"Upaya penangkapan itu dalam rangka melengkapi penyidikan. Untuk itu Mabes Polri melakukan pemeriksaan tersangka. Kasus ini berkaitan pemilukada di Kota Waringin Barat, Kalteng. Pasal 242 jo 55 KUHP, menyuruh memberikan keterangan palsu," kata Ronny di Jakarta. (Sabrina Asril)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×