kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.976   84,00   0,47%
  • IDX 5.896   -204,86   -3,36%
  • KOMPAS100 768   -27,83   -3,50%
  • LQ45 581   -17,43   -2,91%
  • ISSI 204   -7,32   -3,46%
  • IDX30 329   -9,33   -2,76%
  • IDXHIDIV20 403   -9,08   -2,20%
  • IDX80 87   -3,11   -3,45%
  • IDXV30 109   -2,02   -1,82%
  • IDXQ30 105   -2,37   -2,20%

IPW: Copot Kapolda Jawa Tengah dan Kapolresta Solo


Jumat, 31 Agustus 2012 / 23:01 WIB
ILUSTRASI. Buku New Normal Parenting


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can


JAKARTA. Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Timur Pradopo untuk segera mencopot Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah Inspektur Jenderal Didiek S. Triwidodo dan Kepala Polres Kota (Kapolresta) Solo Kombes Pol Asjima'in .

IPW menilai keduanya gagal dalam mengatasi aksi pembantaian yang berkelanjutan terhadap aparat kepolisian di Solo. Ketua Presidium IPW Neta S. Pane mengatakan, pembantaian terhadap anggota Polri di Solo, yang belum terungkap ini, lantas ditambah dengan peristiwa kelam berupa pembantaian baru. Yaitu ditembaknya dua polisi di Pospol Singosaren Kamis malam lalu.

Menurutnya, kasus pembantaian ini sangat ironis sebab terjadi saat Didiek tengah memimpin pengungkapan terhadap aksi teror sebelumnya. "Berlanjutnya kasus pembantaian terhadap polisi menunjukkan Kapolda dan Kapolresta tidak serius menangani kasus tersebut," tutur Neta melalui rilis yang diterima KONTAN pada Jumat (31/8).

Akibat peristiwa ini, lanjut Neta, tidak hanya publik yang merasa resah tapi juga mulai membuat khawatir anggota polisi, baik di Solo maupun di luar Solo. Sebab, pembantaian terhadap polisi masih terus berlanjut tanpa ada tanda-tanda akan terungkap.

Neta mengatakan, jika Kapolri masih mempertahankan Kapolda dan Kapolresta yang tidak berkualitas ini akan menimbulkan pembantaian-pembantaian baru terhadap aparat kepolisian, baik di Solo maupun di luar Solo. Sehingga, dia bilang, bagaimana publik bisa percaya bila poliri terus menjadi korban pembantaian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×