kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.974   82,00   0,46%
  • IDX 6.047   -54,18   -0,89%
  • KOMPAS100 789   -6,08   -0,76%
  • LQ45 596   -2,88   -0,48%
  • ISSI 210   -1,53   -0,72%
  • IDX30 336   -1,58   -0,47%
  • IDXHIDIV20 411   -1,23   -0,30%
  • IDX80 89   -0,70   -0,78%
  • IDXV30 111   0,16   0,15%
  • IDXQ30 108   -0,12   -0,11%

Ipar Jokowi akan jadi saksi kasus suap pajak


Senin, 20 Maret 2017 / 09:14 WIB


Sumber: Pressrelease.id | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Senin (20/3) rencananya menghadirkan adik ipar Presiden Joko Widodo, Arif Budi Sulistyo di persidangan. Ia dipanggil untuk dugaan suap dengan terdakwa bos PT EK Prima Ekspor Indonesia, Ramapanicker Rajamohanan Nair.

Dalam dakwaan disebutkan Arif kerap membantu Mohan dalam perkara pajak yang dihadapi perusahaannya. Arif juga sempat menghubungkan Mohan dengan Handang Soekarno yang belakangan disuap oleh Mohan.

Ketika itu, Arif mengirim dokumen serta pesan via aplikasi whatsapp kepada Handang berbunyi, "Apapun Keputusannp Dirjen. Mudah2an terbaik buat Mohan pak. Suwun.”

Beberapa saksi kunci juga diagendakan hadir dalam sidang kali ini, yaitu Handang Soekarno yang tertangkap tangan menerima suap. Kemudian Andreas Setiawan, Sekretaris Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteady dan Yustinus Herri Sulistyo, pegawai kantor pajak Kanwil Jawa Timur.

Sebelumnya, Mohan dan Handang terjaring operasi tangkap tangan oleh KPK. Handang menerima uang US$148.500 atau setara Rp 1,9 miliar agar menguruskan perkara pajak yang sedang dihadapi PT EKP. Uang tersebut merupakan pemberian pertama dari dugaan janji sekitar Rp 6 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×