kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Investor Jepang-Korsel Siap Tambah Investasi, Kepercayaan ke RI Naik


Jumat, 03 April 2026 / 14:09 WIB
Investor Jepang-Korsel Siap Tambah Investasi, Kepercayaan ke RI Naik
ILUSTRASI. Kunjungan Presiden Prabowo sukses memikat investor Jepang dan Korea Selatan. Simak detail komitmen investasi Rp 574 triliun yang siap mengalir ke Indonesia. (Arif Ferdianto/Arif Ferdianto)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Minat investor global terhadap Indonesia menunjukkan tren positif seiring langkah aktif pemerintah memperkuat diplomasi ekonomi. Hal ini tercermin dari hasil kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan yang dinilai berhasil membuka peluang investasi baru.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani menilai kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

Rosan mengatakan, rangkaian agenda selama kunjungan berlangsung sangat produktif karena mempertemukan langsung pemerintah dengan para pelaku usaha besar dari kedua negara.

“Selama perjalanan di Jepang dan Korea ini sangat produktif. Di Jepang ada sekitar 300 pengusaha besar, lalu kami juga mengadakan pertemuan terbatas dengan 12 pengusaha besar, dan di Korea ada 11 pengusaha besar,” ujar Rosan dalam keterangannya dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (3/4/2026).

Menurut dia, forum-forum tersebut memberi ruang bagi investor untuk menyampaikan langsung masukan, kendala, serta rencana ekspansi mereka kepada Presiden.

Baca Juga: 10,6 Juta Wajib Pajak Sudah Lapor SPT 2025, Coretax Tembus 17,6 Juta Akun

“Bapak Presiden sangat responsif dan terbuka. Ini direspons sangat positif oleh dunia usaha,” kata dia.

Rosan menambahkan, di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, minat investasi dari Jepang dan Korea Selatan tetap menunjukkan tren kuat. Bahkan, kedua negara tersebut masih konsisten menjadi salah satu investor utama di Indonesia.

Ia menyebut Jepang saat ini berada di posisi lima besar investor terbesar di Indonesia, sementara Korea Selatan berada di kisaran peringkat enam hingga tujuh.

Secara tren, investasi Korea tercatat tumbuh rata-rata 14 persen per tahun, sedangkan Jepang sekitar 8–9 persen.

Dari sisi komitmen terbaru, investasi dari Jepang mencapai 23,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 401 triliun, sementara dari Korea Selatan sebesar 10,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 173 triliun.

Rosan mengungkapkan kehadiran Danantara sebagai sovereign wealth fund Indonesia turut meningkatkan kepercayaan investor untuk masuk dalam skema investasi bersama atau co-investment.

“Dengan adanya Danantara ini memberikan kepercayaan lebih bagi mereka untuk berinvestasi bersama,” ujar dia.

Sejumlah proyek bahkan sudah memasuki tahap penjajakan lanjutan, termasuk kerja sama dengan Lotte Chemical dan POSCO dengan potensi nilai investasi bersama mencapai sekitar 6 miliar dollar AS.

Rosan menilai, minat investor yang mulai masuk ke fase kedua investasi menjadi indikator penting bahwa proyek yang berjalan di Indonesia memberikan hasil yang positif.

Beberapa perusahaan yang telah menyatakan minat ekspansi lanjutan antara lain KCC Glass, POSCO dan beberapa perusahaan lain yang akan masuk ke fase kedua

Baca Juga: Inflasi 2026 Diproyeksi 2,72% Jika Harga BBM Ditahan, Ekonom Ingatkan Risiko Lonjakan

“Kalau mereka melihat return baik dan stabil, mereka pasti ingin memperbesar investasi. Ini yang kita harapkan,” kata Rosan.

Ia menegaskan, stabilitas politik dan keamanan Indonesia menjadi salah satu faktor utama yang menarik investasi jangka panjang. Hal ini juga diakui langsung oleh para investor dalam berbagai pertemuan.

Ke depan, pemerintah akan fokus menindaklanjuti berbagai nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati agar segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian, terutama dalam penciptaan lapangan kerja.

“Kami melihat ini sebagai sinyal yang sangat positif. Investasi yang masuk akan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi perekonomian nasional,” ucap Rosan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×