kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -156,98   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,92   -2,21%
  • LQ45 715   -12,22   -1,68%
  • ISSI 251   -5,79   -2,25%
  • IDX30 388   -5,09   -1,29%
  • IDXHIDIV20 482   -4,99   -1,02%
  • IDX80 109   -2,30   -2,06%
  • IDXV30 133   -1,46   -1,08%
  • IDXQ30 127   -1,38   -1,07%

Menteri Investasi: Investor Asing Masih Keluhkan Iklim Investasi di Indonesia


Kamis, 02 April 2026 / 14:06 WIB
Menteri Investasi: Investor Asing Masih Keluhkan Iklim Investasi di Indonesia
ILUSTRASI. Menteri Investasi/BKPM Rosan Roeslani (SETNEG/BPMI Setpres)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Investor asing masih menyoroti sejumlah kendala dalam iklim investasi di Indonesia, terutama terkait proses perizinan dan koordinasi lintas kementerian. Pemerintah pun berjanji akan mempercepat reformasi untuk memberikan kepastian usaha.

Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, berbagai keluhan tersebut mencuat dalam rangkaian pertemuan dengan pengusaha Jepang dan Korea Selatan saat kunjungan kerja pemerintah.

“Kalau kita lihat memang selama perjalanan di Jepang dan Korea ini sangat produktif sekali,” ujar Rosan dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga: BMKG: Terjadi 93 Gempa Susulan Usai Gempa Sulut-Malut

Ia menjelaskan, di Jepang pemerintah bertemu dengan sekitar 300 pengusaha besar, serta menggelar pertemuan terbatas dengan 12 perusahaan utama. Sementara di Korea Selatan, diskusi dilakukan dengan 11 perusahaan besar.

Dalam forum tersebut, para investor menyampaikan langsung masukan, umpan balik, hingga kendala yang mereka hadapi kepada Presiden. Menurut Rosan, respons pemerintah dinilai sangat terbuka dan mendapat apresiasi positif dari pelaku usaha.

Meski demikian, investor menyoroti sejumlah hambatan, terutama proses yang dinilai masih memakan waktu karena melibatkan banyak kementerian dan lembaga.

“Yang mereka sampaikan memang ada yang berkaitan dengan kementerian lain yang membutuhkan waktu, sehingga perlu diakselerasi dan dipercepat,” jelasnya.

Sebagai respon keluhan tersebut, pemerintah menyampaikan terus memperkuat upaya percepatan melalui pembentukan task force debottlenecking serta peningkatan koordinasi lintas kementerian. Selain itu, pemerintah juga mengandalkan kebijakan perizinan berbasis kepastian waktu melalui PP No. 28.

Rosan menekankan, aturan tersebut memungkinkan penerapan mekanisme fiktif positif, di mana izin dapat terbit otomatis jika batas waktu pelayanan tidak dipenuhi oleh instansi terkait.

“Ini direspon sangat positif karena mengurangi ketidakpastian. Kalau risiko itu bisa dihitung, investor tidak masalah. Tapi ketidakpastian yang sulit diukur, itu yang menjadi concern,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah berupaya menekan faktor ketidakpastian tersebut guna memperbaiki investment climate dan industry climate di dalam negeri.

Di tengah berbagai catatan tersebut, minat investor asing terhadap Indonesia tetap tinggi. Komitmen investasi dari Jepang tercatat mencapai US$ 23,6 miliar, sementara dari Korea Selatan sebesar US$ 10,3 miliar.

Bahkan, sejumlah proyek investasi bersama juga tengah dijajaki, termasuk dengan Lotte Chemical dan POSCO dengan potensi nilai mencapai sekitar US$ 6 miliar.

Rosan menilai, keberadaan sovereign wealth fund Indonesia yakni Danantara turut meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi bersama (co-investment).

“Ini sinyal yang sangat baik dan akan kita tindak lanjuti agar bisa segera direalisasikan,” ujarnya.

Pemerintah juga menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas nasional sebagai faktor kunci dalam menarik investasi jangka panjang.

“Dan Bapak Presiden juga menyampaikan salah satu kekuatan dari Indonesia adalah kita selalu bisa me-maintain peace and stability di Indonesia karena itu adalah modal utama dari setiap investasi yang merupakan adalah long term commitment kepada Indonesia,” pungkas Rosan.

Baca Juga: Sama-Sama Diberi Nama Bobby, Prabowo Hadiahi Anjing Presiden Korsel Baju Khusus

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×