kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Investasi Rp 157 triliun MP3EI berasal dari BUMN


Kamis, 04 September 2014 / 08:05 WIB
ILUSTRASI. Emas Antam seri tematik Idul Fitri 2023/1444 Hijriah.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Sumber pendanaan proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Indonesia (MP3EI) mayoritas berasal dari nonpemerintah. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida S. Alisjahbana mengungkapkan, hal tersebut terjadi baik untuk proyek infrastruktur maupun proyek sektor riil.

Ia merinci, pendanaan groundbreaking infrastruktur hingga Juni 2014 sebesar Rp 412 triliun. Dari angka tersebut, sebanyak 38% atau setara dengan Rp 157 triliun merupakan investasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sementara itu dana yang berasal dari APBN mencapai 32% atau Rp 132 triliun. Sisanya sebesar 23% atau Rp 93 triliun dari investasi campuran dan sebesar 7% atau setara dengan Rp 29 triliun merupakan investasi swasta.

Lebih lanjut Armida menjelaskan, dari pendanaan sektor riil sebesar Rp 441 triliun, dana yang berasal dari APBN hanya sebesar Rp 563 miliar. Dana dari pemerintah digunakan untuk membangun proyek sektor riil di Sulawesi.

"Pendanaan sektor riil hampir semuanya berasal dari investasi swasta dan BUMN," kata Armida di Jakarta, Rabu (3/9). BUMN menyumbang sebesar Rp 67,6 triliun, sedangkan swasta sebesar Rp 294 triliun. Sisanya adalah investasi campuran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×