kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Biaya Investasi Mahal, Ekonomi Indonesia Boros


Kamis, 03 November 2022 / 16:53 WIB
Biaya Investasi Mahal, Ekonomi Indonesia Boros
ILUSTRASI. Ilustrasi investasi aman. Investasi di Indonesia Masih Dihantui ICOR yang Tinggi.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Level ICOR tersebut lanjutnya, perlu diperbaiki untuk menggambarkan efisiensi investasi di Indonesia saat ini hingga ke depannya. “ICOR Indonesia masih 6,2%, menunjukkan masih perlu diperbaiki untuk menggambarkan efisiensi investasi di Indonesia,” kata Yuliot.

Adapun jika ditilik ke belakang, realisasi investasi memang terus bertumbuh setiap tahunnya, namun masih tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi secara umum. Pertumbuhan ekonomi RI dalam lima tahun terakhir masih berada pada kisaran 5% setiap tahunnya.

Untuk itu, Yuliot membeberkan beberapa upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan ICOR ke depannya.

Baca Juga: Ekonom Indef sebut perizinan satu pintu tidak serta merta perbaiki ICOR Indonesia

Misalnya dengan melakukan efisiensi untuk pembiayaan logistik, dan penyediaan infrastruktur investasi terintegrasi termasuk jalan dan Pelabuhan.

Kemudian, membentuk rantai pasok dalam satu ekosistem investasi dan menciptakan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki skills dan kompetensi. “Perbaikan ini memerlukan waktu dan mudah-mudahan ke depan bisa diturunkan,” imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×