kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Biaya Investasi Mahal, Ekonomi Indonesia Boros


Kamis, 03 November 2022 / 16:53 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi investasi aman. Investasi di Indonesia Masih Dihantui ICOR yang Tinggi.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Level ICOR tersebut lanjutnya, perlu diperbaiki untuk menggambarkan efisiensi investasi di Indonesia saat ini hingga ke depannya. “ICOR Indonesia masih 6,2%, menunjukkan masih perlu diperbaiki untuk menggambarkan efisiensi investasi di Indonesia,” kata Yuliot.

Adapun jika ditilik ke belakang, realisasi investasi memang terus bertumbuh setiap tahunnya, namun masih tidak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi secara umum. Pertumbuhan ekonomi RI dalam lima tahun terakhir masih berada pada kisaran 5% setiap tahunnya.

Untuk itu, Yuliot membeberkan beberapa upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan ICOR ke depannya.

Baca Juga: Ekonom Indef sebut perizinan satu pintu tidak serta merta perbaiki ICOR Indonesia

Misalnya dengan melakukan efisiensi untuk pembiayaan logistik, dan penyediaan infrastruktur investasi terintegrasi termasuk jalan dan Pelabuhan.

Kemudian, membentuk rantai pasok dalam satu ekosistem investasi dan menciptakan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki skills dan kompetensi. “Perbaikan ini memerlukan waktu dan mudah-mudahan ke depan bisa diturunkan,” imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×