kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Inilah calon wakil menteri luar negeri


Kamis, 13 Oktober 2011 / 12:18 WIB
ILUSTRASI. Serangan jantung bisa jadi salah satu penyebab keringat dingin. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can


JAKARTA. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Singapura Wardana menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor. Wardana diminta menjadi wakil menteri luar negeri.

Berdasarkan situs Kedutaan Besar Indonesia untuk Singapura, Wardana telah berkarir di Kementerian Luar Negeri selama 24 tahun. Dia telah menjadi diplomat di berbagai negara mulai dari Eropa, Amerika Utara, Asia dan Australia.

Pos pertamanya adalah sebagai wakil konsul di Konsulat Jenderal San Francisco, Amerika Serikat, sejak 1985-1988. Selanjutnya, pada 1991-1995, lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro ini menjadi Sekretaris Pertama untuk urusan ekonomi di Perwakilan Tetap Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, Swiss.

Karir Wardana terus moncer. Pada 1998-2002, Wardana yang menikah dengan Masrifah ini kemudian menjadi konsul di Divisi Ekonomi di Kedutaan Besar Indonesia untuk Jepang.

Lalu, Wardana kemudian ditunjuk sebagai Konsul Jenderal di Sidney, Australia. Dia bertugas sejak 2004 hingga 2006 sebelum menjadi Duta Besar Indonesia untuk Singapura.

Karirnya di dalam negeri juga moncer. Sejak 1983-1984, Wardana menjabat sebagai Kepala Sub Divisi Biro Umum Kementerian Luar Negeri.

Pada 1988-1991, Wardana menjabat sebagai Kepala Seksi Direktur Hubungan Perdagangan Internasional. Lalu pada 1995-1998, dia ditunjuk menjadi Wakil Direktur Kerjasama Ekonomi Multilateral. Lalu pada 2002-2004, dia ditunjuk menjadi Direktur Hubungan Amerika Selatan dan Karibia.

Pengalamannya sebagai diplomat juga banyak. Dia pernah terlibat dalam negosiasasi kerjasama regional dan international. Diantaranya di UNGA, ECOSOC, UNCTAD, Konferensi G77 dan Konferesnsi G15.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×