kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   -50.000   -1,70%
  • USD/IDR 16.959   -51,00   -0,30%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Ini tiga pintu masuk turis asing yang turun hampir 100% selama pandemi


Selasa, 02 Juni 2020 / 13:39 WIB
Ini tiga pintu masuk turis asing yang turun hampir 100% selama pandemi
ILUSTRASI. Penumpang pesawat membawa barang bawaannya di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Jumat (20/3/2020). Sebanyak 181.053 orang penumpang rute internasional tercatat tiba di bandara tersebut pada periode 1-19 Maret


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada April 2020 hanya tinggal 160.000 orang. Hal ini diketahui menjadi salah satu dampak dari Pandemik Covid-19 ke industri pariwisata.

Akibat Covid-19, beberapa pintu masuk besar pada angkutan udara di Indonesia harus di tutup sehingga membuat jumlah kunjungan wisman menurun drastis.

Baca Juga: BPS: Inflasi bulan Mei sangat rendah meski ada Idul Fitri

Kepala BPS, Suhariyanto menyampaikan, pada April 2020 ini ada beberapa pintu masuk bagi wisman yang mengalami penurunan hampir 100%.

Misalnya saja, pintu masuk pada Soekarno Hatta penurunannya secara year on year (yoy) mencapai 99,79%. Sedangkan dibandingkan bulan Maret 2020 juga menurun 99,21%.

Ada juga pintu masuk dari Bandara Ngurah Rai yang menurun hingga 99,82% mom dan 99,94% secara tahunan. Demikian juga pada Bandara Juanda yang ikut menurun 99,64% mom dan secara tahunan menurun 99,89%.

Baca Juga: BPS: Jumlah kunjungan Wisman ke Indonesia hanya 160.000 orang pada April 2020

“Dampak Covid-19 ini pada kunjungan wisman melalui pintu masuk transportasi udara betul-betul luar biasa penurunannya. Karena semua negara menerapkan protokol kesehatan yang diwajibkan,” Terangnya dalam live conference, Selasa (2/6).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×