kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Ini syarat jika mau berkoalisi dengan Demokrat


Minggu, 27 April 2014 / 19:13 WIB
ILUSTRASI. Beberapa orangtua di sekolah berinisatif mengadakan iuran untuk keperluan guru dan lainnya.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, partainya siap berkoalisi dengan partai mana pun, tapi dengan persyaratan partai tersebut sejalan dengan visi dan misi Partai Demokrat.

Ia menegaskan, Demokrat tidak akan menjadi partai yang hanya pelengkap untuk bisa mengajukan calon presiden. "Saya tegaskan, Partai Demokrat bukan partai oportunis. Demokrat hanya akan berkoalisi atau bergabung dengan partai yang kami yakini, visi dan misinya jelas dan platformnya sejalan dengan Demokrat,"  ujar SBY saat menutup debat konvensi capres Demokrat di Hotel Sahid, Minggu (27/4).

Sejauh ini, SBY bilang Partai Demokrat belum memutuskan akan berkoalisi dengan partai manapun. Kendati begitu, Demokrat siap mendukung capres atau partai lain yang sejalan dengan Demokrat.

Syarat lainnya adalah visi dan misi partai tersebut realistis dan dapat di jalan. Pengalaman menjalankan pemerintahan selama 10 tahun adalah ukuran yang menentukan apakah visi dan misi capres tertentu realistis atau tidak.

SBY juga menegaskan, bila tidak ada partai yang sejalan dengan Demokrat, maka partainya siap menjadi partai oposisi. Sebab lebih baik menjadi partai oposisi dan mandiri daripada hanya menjadi pelengkap saja.

Ia juga meminta masyarakat untuk memilih pemimpin yang jelas visi dan misinya. Dengan demikian bisa memilih pemimpin yang mumpuni. Ia juga mengingatkan untuk tidak memilih pemimpin seperti memilih kucing dalam karung. Karena hal itu sangat berbahaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×