kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Ini sikap Demokrat soal wacana PKS keluar koalisi


Kamis, 23 Mei 2013 / 11:35 WIB
ILUSTRASI. 100 Juta WNI disuntik Vaksin Covid-19 dosis 1&2, ini cara cek & download sertifikat


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kabar soal rencana petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk keluar dari koalisi pemerintahan SBY-Boediono mendapat sambutan dari Fraksi Partai Demokrat di DPR RI.

Nurhayati Assegaf selaku ketua fraksi Partai Demokrat  menilai, keluarnya PKS dari koalisi bukan halangan bagi Partai Demokrat. "Jadi kalau PKS keluar, Demokrat tidak akan terganggu," kata Nurhayati kepada Kontan menjelang Sidang Paripurna DPR, Kamis, (23/5/2013).

Sebelumnya, wacana keluar dari koalisi pemerintahan disampaikan oleh anggota fraksi PKS, Fahri Hamzah. Ia melontarkan keinginannya ditengah prahara hukum yang impor sapi yang kini melilit PKS."Saya ingin sekali partai ini keluar dari koalisi. Saya termasuk yang memprotes cara kepemimpinan Presiden SBY," ujar Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin.

Namun begitu, Nurhayati menilai, sikap PKS menyalahkan institusi lain merupakan sikap yang tidak dewasa."Tapi kita tidak pernah menyalahkan (PKS) dan lebih memilih introspeksi," terang Nurhayati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×