kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini saran ekonom terkait sektor jasa yang bisa didorong sebagai penopang PDB


Senin, 21 Oktober 2019 / 17:13 WIB
Ini saran ekonom terkait sektor jasa yang bisa didorong sebagai penopang PDB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Bongkar Muat Tanjung Priok milik Pelindo 2, Jakarta, Senin (16/9/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Agustus 2019 mencapai 14,28 miliar Dolar AS, merosot 7,06 persen

Reporter: Bidara Pink | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Usai dilantik, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keinginannya terkait dengan perubahan sektor pendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Menurut orang nomor wahid tersebut, Indonesia diminta untuk bisa bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam (SDA), menjadi bisa untuk mengembangkan daya saing dalam sektor manufaktur dan juga jasa modern.

Ekonom Bank Central Asia David Sumual, yang bisa menjadi harapan bagi Indonesia saat ini adalah sektor jasa dan bukan manufaktur, terutama jasa yang berkaitan dengan keperluan masyarakat di era digital saat ini.

"Di tengah tantangan digitalisasi ini sangat susah untuk maju ke manufaktur karena saat ini penyerapan tenaga kerja dalam sektor tersebut juga berkurang. Makanya lebih cocok untuk memajukan sektor jasa atau soft industry," kata David kepada Kontan.co.id, Senin (21/10).

Baca Juga: Jokowi ingin ada sektor baru tumpuan PDB, Kemenko: Sektor jasa digital punya peluang

Sebelumnya, dalam memajukan sektor tersebut, yang harus dilakukan pertama kali oleh pemerintah adalah dengan melakukan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Karena menurutnya, SDM merupakan komponen kunci dalam sektor jasa.

Sektor jasa yang diimbau David untuk dikembangkan adalah pertama, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) laju pertumbuhan sektor usaha ini dari tahun ke tahun memang mengalami kenaikan laju pertumbuhan.

Hal ini bisa dilihat dari laju pertumbuhan pada tahun 2016 yang sebesar 5,00% (yoy), kemudian naik menjadi 6,79% (yoy) pada tahun 2017, dan kembali naik sebesar 7,13% (yoy) pada tahun 2018. Kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pun sebesar 1,07% dalam 3 tahun tersebut.

Baca Juga: Moody’s menyematkan outlook stabil untuk perbankan Indonesia

David pun menambahkan, lapangan usaha tersebut memang dibutuhkan SDM yang mumpuni untuk mengerti tentang obat, lalu menggunakan dan mengoperasikan alat kesehatan.

Kedua, adalah sektor Jasa Pendidikan. Sebelumnya, menurut BPS, jasa pendidikan ini memang mengalami naik turun laju pertumbuhan dan juga kontribusinya terhadap PDB.




TERBARU

×