kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ini Penyebab RI Sulit Naik Kelas ke Negara Berpendapatan Tinggi Menurut Bank Dunia


Rabu, 11 Februari 2026 / 04:34 WIB
Ini Penyebab RI Sulit Naik Kelas ke Negara Berpendapatan Tinggi Menurut Bank Dunia
ILUSTRASI. Bank Dunia beberkan reformasi struktural krusial agar Indonesia naik kelas. Pahami langkah-langkahnya agar ekonomi tak stagnan.(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, dari angka tersebut, sebanyak 7,46 juta orang masih berstatus pengangguran.

Meski jumlah ini menurun sekitar 4.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, persoalan ketenagakerjaan belum sepenuhnya terselesaikan.

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 146,54 juta orang, meningkat 1,90 juta orang dibandingkan Agustus 2024.

“Jumlah orang yang bekerja saat ini mencapai 146,54 juta orang. Jika dibandingkan dengan Agustus 2024, terjadi kenaikan sekitar 1,9 juta orang. Namun, angka ini tetap perlu dibedah lebih dalam,” ujar Amalia dikutip dari Kompas.com (7/2/2026).

Secara sekilas, data tersebut menunjukkan perbaikan kondisi ketenagakerjaan nasional.

Namun di baliknya, terdapat persoalan mendasar terkait kualitas pekerjaan.

Dari total 146,54 juta orang yang bekerja, hanya 98,65 juta orang yang tergolong bekerja penuh.

Sisanya, sebanyak 11,6 juta orang masuk kategori setengah pengangguran, sementara 36,29 juta lainnya bekerja paruh waktu.

Tonton: Kucurkan Kredit Jumbo ke KDMP, BNI Tetap Optimistis Bisa Menjaga NIM

Kelompok setengah pengangguran merupakan pekerja yang bekerja kurang dari 35 jam per minggu dan masih mencari pekerjaan tambahan karena pendapatan yang diperoleh belum mencukupi kebutuhan hidup.

Artinya, meskipun secara statistik mereka tercatat sebagai pekerja, secara ekonomi kelompok ini belum memiliki penghasilan yang layak dan stabil.

“Apa itu setengah pengangguran? Mereka adalah orang-orang yang bekerja kurang dari 35 jam dalam seminggu dan masih mencari atau menerima pekerjaan tambahan karena ingin bekerja lebih dari 35 jam seminggu,” jelas Amalia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan Indonesia bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memastikan pekerjaan yang tersedia mampu memberikan pendapatan layak dan berkelanjutan.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul "Bank Dunia Beberkan Penyebab Indonesia Sulit Naik Kelas ke Negara Berpendapatan Tinggi"

Selanjutnya: Target Harga PTRO Melambung! Ini Peluang Cuan Investor Jangka Pendek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×